Penelitian ini bertujuan untuk untuk melihat peningkatan keterampilan komunikasi pada siswa korban broken home setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok teknik psikodrama dan untuk melihat pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik psikodrama terhadap keterampilan komunikasi siswa korban broken home di SMA Negeri 2 Tebing Tinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengn pendekatan eksperimen semu. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 7 orang siswa korban broken home kelas 11. Data skor rata-rata pre-test 78 dan skor rata-rata post-test 126,42, yang dimana rata-rata keterampilan komunikasi siswa mengalami peningkatan sesudah diberikan layanan bimbingan kelompok teknik psikodrama sebesar 61%. Dan apabila dilihat dari jenis kelamin, keterampilan komunikasi subjek laki-laki lebih rendah daripada subjek perempuan. Hal ini dilihat dari perbandingan skor rata-rata hasil pre-test laki-laki 76 dan skor rata-rata pre-test perempuan 78,6. Setelah diberikan post-test meningkat menjadi skor rata-rata laki-laki 126 dan skor rata-rata post-test perempuan 126,5. Data analisis menggunakan uji Wilcoxon yang dimana Jhitung = 6 dengan α = 0,05 dan n = 7 sehingga Jtabel adalah 2. Data tersebut dapat dilihat bahwa Jhitung > Jtabel yaitu 6 > 2. Artinya ada pengaruh layanan bimbingan kelompok teknik psikodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikai siswa korban broken home di SMA Negeri 2 Tebing Tinggi atau hipotesis dapat diterima.
Copyrights © 2024