Es dawet merupakan jenis minuman tradisional dengan bahan baku yang berasal dari tepung beras, santan, larutan gula dan es. Dalam kehidupan masyarakat modern saat ini pelestarian kuliner seperti halnya minuman patut untuk mendapat perhatian dari semua orang terutama daerah dimana minuman itu berasal, mulai dari masyarakat sampai pemerintah, terutama berbagai macam minuman yang didalamnya mencerminkan jati diri dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Festival dawet merupakan suatu kreasi-inovasi sebagai upaya nyata pelestarian kearifan lokal yang ada di Desa Dibal, Kec. Ngemplak, Kab. Boyolali. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan potensi lokal masyarakat di Desa Dibal dan untuk melestarikan kearifan lokal yang mulai tergerus oleh pengaruh globalisasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan wawancara. Sedangkan metode analisis data menggunakan metode kualitatif merupakan jenis metode yang hasilnya tidak didapatkan melalui proses yang berkaitan dengan angka atau bilangan (statistik). Hasil yang didapatkan bahwa dalam mewujudkan tujuan penyelenggaraan festival dawet yaitu untuk mengembangkan potensi lokal masyarakat Desa Dibal terdapat beberapa permasalahan, salah satunya adalah lemahnya partisipasi masyarakat. Pelestarian kearifan lokal dalam pengembangannya juga tidak mesti berjalan dengan lancar, karena kebudayaan kita menghadapi dua tantangan besar dalam zaman sekarang, yaitu tantangan internal dan tantangan eksternal. Tantangan yang paling dahsyat adalah tantangan eksternal yang berupa globalisasi.
Copyrights © 2020