Penyandang disabilitas mempunyai permasalahan yang sangat kompleks dalam hidupnya terutama terkait dengan kecacatan yang dimilikinya. Salah satu permasalahan yang dihadapai adalah mengenai penerimaan dirinya. Tidak mudah bagi penyandang disabilitas untuk dapat menerima dirinya. Berdasarkan hasil asesmen wawancara dan observasi, permasalahan yang dihadapi oleh para penyandang disabilitas dan lembaga yang menaungi para penyandang disabilitas adalah rasa malu dan tidak percaya diri dikarenakan kurangnya pengetahuan, keterampilan serta keyakinan pada penyandang disabilitas, yang berakibat pada efikasi diri pada para penyandang disabilitas. Untuk meningkatkan efikasi diri pada penyandang disabilitas salah satunya dengan psikoedukasi efikasi diri. Psikoedukasi bersifat fasilitatif dan rehabilitatif yang dilakukan sebanyak 5 sesi. Psikoedukasi yang diberikan dalam bentuk penyampaian materi, materi fasilitator dan motivator, pemutaran video, ice breaking, diskusi dan tanya jawab disertai dengan angket pre-test dan post-test guna mengukur efikasi diri sebelum dan sesudah psikoedukasi. Tujuan pemberian intervensi ini adalah untuk meningkatkan penerimaan diri pada penyandang disabilitas dengan materi motivasi sehingga diharapkan dapat meningkatkan keyakinan diri dan usahanya atau tidak menyerah ketika dihadapkan pada suatu permasalahan. Dan didukung dengan pembekalan keterampilan dari materi fasilitator. Dimana hasil dari intervensi menunjukan adanya peningkatan efikasi diri pada komunitas disabilitas dengan peningkatan mean sebesar 0,1277.
Copyrights © 2024