Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu poin penting dalam Kurikulum Merdeka. Oleh karena itu, rancangan modul ajar yang dibuat guru harus dapat memfasilitasi keberagaman kemampuan, minat, bakat, dan gaya belajar siswa. ASSURE sebagai model pengembangan modul ajar dirasa tepat digunakan karena memperhatikan keberagaman karakter siswa. Tujuan penelitian ini, yaitu mendeskripsikan kemampuan para mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia dalam mengembangkan modul ajar berdiferensiasi dengan model ASSURE. Pendekatan yang digunakan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa ketepatan isi modul ajar berdiferensiasi yang dikembangkan dengan model ASSURE. Sumber data penelitian ini, yaitu 21 mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Perencanaan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Modul ajar yang dikembangkan mahasiswa dianalisis dengan teknik deskriptif; dengan menggunakan prinsip-prinsip model ASSURE, meliputi menganalisis karakteristik peserta didik (A); menetapkan tujuan (S); memilih metode, media, dan materi (S); menggunakan metode, media, dan materi (U); melibatkan keterlibatan peserta didik (R); mengevaluasi dan merevisi (E). Ketepatan isi modul ajar menjadi dasar untuk mendeskripsikan kemampuan para mahasiswa. Penganalisisan data menggunakan teknik deskriptif dibantu dengan penghitungan berupa persentase. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian memberi informasi bahwa kemampuan para mahasiswa dalam mengembangkan modul ajar berdiferensiasi dengan model ASSURE memiliki kriteria ‘cukup’. Hal tersebut berdasarkan skor ketepatan isi modul ajar berdiferensiasi dengan model ASSURE yang dikembangkan oleh mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya mencapai 69%. Pengembangan yang berhubungan dengan media tidak ada kendala, tetapi pengembangan yang berhubungan dengan materi dan metode masih ada kendala.
Copyrights © 2024