Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Milenial bagi Guru SMP-SMA di Kecamatan Wadeng, Kabupaten Gresik Prawoto, Eko Cahyo; Pujiastuti, Rahayu; Nurhadi, Taufik; Eko Retnosari, Ira; Indayani, Indayani
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.006 KB) | DOI: 10.36456/penamas.vol4.no1.a2377

Abstract

Setiap pendidik diwajibkan untuk menyusun RPP secara lengkap dan sistematis, untuk menciptakan pembelajaran yang interaktif, efektif, dan menyenangkan sehingga dapat memotivasi peserta didik untuk berpatisipasi secara aktif dalam pembelajaran. Namun demikian, dalam realitasnya masih terdapat banyak kesulitan yang dihadapi oleh pendidik, utamnya dalam menyusun perangkat pembelajaran yang efektif dan efisien. Oleh sebab itu diperlukan pelatihan bagi pendidik dalam menyusun pengakat pembelajaran dalam bentuk Program Pengabdian Kepada Masyarakat. Program Pengabdian Kepada Masyarakat tersebut dilaksanakan oleh Tim Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia pada 3 Februari s.d. 29 Februari 2020. Dengan tema “Peningkatan Kualitas Pembelajaran Menuju Merdeka Belajar” Subtema “Penyusunan Perangkat Pembelajaran Milenial”, direncanakan selama 1 bulan sesuai dengan program Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia semester Genap 2020 UNIPA Surabaya. Kegiatan PPM yang diselenggarakan oleh Tim Prodi PBI UNIPA Surabaya berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil pelatihan yang telah dilaksanakan, bahwa semua peserta dapat menyusun perangkat pembelajaran milenial, serta 88% peserta memberikan respon positif terkait dengan pelatihan yang dilaksanakan. Sebab peserta mendapat banyak wawasan baru utamanya berkaitan dengan penyusunan perangkat pembelajaran milenial.
PENGGUNAAN REDUPLIKASI DAN KOMPOSISI PADA MAKALAH MAHASISWA MALAYSIA UIN SUNAN AMPEL SURABAYA Retnosari, Ira Eko
WAHANA Vol 68 No 1 (2017)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.957 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v68i1.628

Abstract

Artikel ini bertujuan mendeskripsikan penguasaan reduplikasi dan komposisi pada makalah mahasiswa Malaysia UIN Sunan Ampel Surabaya. Pendekatan yang digunakan pada artikel ini adalah deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini adalah (1) pengumpulan makalah, (2) pemfotokopian makalah, (3) pembacaan makalah, (4) penandaan dengan stabilo, (5) pengklasifikasian, dan (6) pengodean. Penganalisisan data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Tahap-tahap yang digunakan dalam penganalisisan data adalah (1) pengumpulan data, (2) pengklasifikasian data, dan (3) pengeksplanasian. Data artikel ini ialah kata-kata dalam makalah mahasiswa Malaysia UIN Sunan Ampel Surabaya dan sumber data artikel ini adalah makalah mahasiswa Malaysia UIN Sunan Ampel Surabaya. Hasil analisis artikel ini ditemukan (1) reduplikasi penuh, (2) reduplikasi yang berkombinasi dengan proses pembubuhan afiks, dan (3) komposisi. Kata kunci: reduplikasi, komposisi, makalah mahasiswa Malaysia
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT DALAM ANALISIS KESALAHAN BERBAHASA INDONESIA PADA MAHASISWA PBI UNIPA SURABAYA Sri Budi Astuti; Eko Retnosari, Ira
WAHANA Vol 72 No 1 (2020)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (144.152 KB) | DOI: 10.36456/wahana.v72i1.2384

Abstract

Fenomena yang sering ditemukan pada mahasiswa adalah terjadinya kesalahan bahasa saat berkomunikasi. Hal ini pula terjadi pada mahasiswa program studi pendidikan bahasa Indonesia (PBI) angkatan 2016. Kesalahan berbahasa tersebut meliputi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Untuk mengurangi atau meminimalisir terjadinya kesalahan berbahasa dosen menggunakan model number head together (NHT). Melalui model NHT, penelitian ini mengembangkan suatu produk yaitu modul “Analisis Kesalahan Berbahasa Indonesia”. Jenis data yang digunakan terdapat 3 (tiga) di antaranya: deskriptif, kualitatif, dan kuantitatif. Prosedur penlitian digunakan langkah 4D: define, design, development, dan dissemination. Berdasarkan analisis data, proses pembuatan modul Anakes Ber-BI sudah sesuai dengan prosedur pengembangan Thiagarajan yang dikenal dengan Four-D Models (Model 4D). Kualitas modul Anakes Ber-BI ditinjau dari aspek kelayakan isi, kelayakan kebahasaan, kelayakan sajian mendapatkan validasi kelayakan dengan kriteria baik”. Kualitas modul Anakes Ber-BI ditinjau dari aspek kelayakan kegrafikan mendapatkan validasi kelayakan dengan kriteria “baik”
WORKSHOP PEMASARAN ONLINE MAHASISWA KKN-PPM UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA DESA BULANG PRAMBON SIDOARJO Retnosari, Ira Eko
Jurnal Abadimas Adi Buana Vol 1 No 1 (2017): Juli
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/abadimas.v1.i1.a678

Abstract

Online Marketing is also known as a strategy or method to introduce a consumer / public with a brand / products / services of a company / business. Online Marketing or also known as Internet marketing or some people call online advertising. In this case we used a medium that was the Internet. The simplest thing to remembered was, how to innovated continuously so that your product / service can be more easily found on the internet. In the Online Marketing have an important components that must be known by the reader, that are produk, price, place, promotion, people, physical evidence, and process (7 P). It also have ten’s effective strategies way to sell the product as determine the target market, make a website, make a promotion, Build a TOP Rank Website, running email marketing, consultation with the expert, write for conten marketing, blogging and chatting, use instant messager (E-mail), and mobile messager (BBM,Line,and Whatsapp). The discussion on this article was online marketing in Bulang village received good response from businessmen and villager. This was because online marketing was done by a team of online marketing division of KKN-PPM students Adi Buana University PGRI Surabaya can helped Bulang village of as the village of klepon while increasing revenue and income for the Bulang villagers. So, the result of the article of Online Marketing Program activities was success because all of participants can be good participants. and was held on February 5th to 28th, 2017
PENGGUNAAN EJAAN PADA JURNAL BUANA PENDIDIKAN, FKIP, UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA: the use of spelling, writing journal, the journal of faculty Retnosari, Ira Eko
Buana Pendidikan Jurnal Fakultas Keguruan dan Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya
Publisher : Fakultas Pedagogi dan Psikologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bp.vol11.no21.a1425

Abstract

university can communicate new information, ideas, studies, and research results. This journal aims to describe the use of the spelling of Buana Pendidikan journal. This study applies a qualitative approach. The data source of this study is the spelling of Buana Pendidikan journal. The data collecting in this research is done by documentation method. The data collection techniques are (1) the journal collection, (2) copying journal, (3) reading journal, (4) marking with highlighter, (5) classification, (6) coding, and (7) making cards. The data analysis used descriptive method. The stages of data analysis process include (1) the data collection, (2) classification of data, (3) the determination of errors frequency, (4) explanation. The result of this journal which is the use of spelling that contained in Buana Pendidikan journal is good. It can be proved from the inaccuracy use of spelling that mostly are the use of comma, while other punctuations are relatively little. In addition, the other inaccuracies use of spelling are (1) writing capital letters, (2) writing italics, (3) the writing of numbers, (4) writing the word, (5) the use of dots, and (7) the use of commas. This journal is expected to give inputs to the lecturers to be able to use spelling correctly when writing a journal. In writing a journal, the use of spelling should be applied properly
Pelatihan Penggunaan Kalimat Efektif Dalam Karya Tulis Ilmiah Bagi Guru UPT SMPN 10 Gresik Ira Eko Retnosari; Pujiastuti, Rahayu; M. Shoim; Budiyono, Sunu Catur
Jurnal Penamas Adi Buana Vol 5 No 01 (2021): Jurnal Penamas Adi Buana
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/penamas.vol5.no01.a3254

Abstract

Abstrak Dalam penulisan karya tulis ilmiah, diperlukan kalimat efektif. Kalimat efektif adalah kalimat yang dapat mengungkapkan gagasan pemakainya secara tepat dan dapat dipahami secara tepat pula. Bahan kajian yang baik tidak akan dipahami pembaca secara baik apabila penulisnya tidak mampu menjelaskan ide-idenya dengan kalimat efektif. Fenomena yang terjadi saat ini adalah beberapa guru belum menggunakan kalimat efektif dalam menulis karya tulis ilmiah. Berdasarkan fenomena tersebut, perlu dilakukan pelatihan menulis kalimat efektif bagi guru, khususnya penyusunan karya tulis ilmiah (PTK) dalam menulis kalimat efektif pada PTK dalam bentuk Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM). Kegiatan PPM ini telah dilaksanakan oleh Tim Prodi PBI UNIPA Surabaya dan berjalan dengan baik secara virtual. Hal tersebut dapat buktikan dengan berdasarkan hasil tes akhir peserta, kemampuan menulis kalimat efektif guru dengan kriteria kesepadanan struktur sebesar 70%, kecermatan 65%, kehematan sebesar 80%, keparalelan 70 %, dan kelogisan sebesar 75%. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa hampir semua peserta dapat menulis kalimat efektif dalam penyusunan PTK sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Kata kunci: kalimat efektif, karya tulis ilmiah, guru SMP Abstract In writing scientific papers, effective sentences are needed. Effective sentences are sentences that can express the ideas of the wearer precisely and can be understood precisely too. Good study material will not be well understood by readers if the writer is unable to explain his ideas in the right sentence. The current phenomenon is that some teachers have not used effective sentences in writing scientific papers. Based on this phenomenon, it is necessary to carry out training in writing effective sentences for teachers, especially the preparation of scientific writing (PTK) in writing effective sentences in the CAR in the form of Community Service Program (PPM). This PPM activity has been carried out by the PBI UNIPA Surabaya Study Program Team and is running well virtually. This can be proven by the results of the participants' final tests, the teacher's ability to write effective sentences with the structural equivalence criteria of 70%, accuracy of 65%, savings of 80%, parallelity of 70%, and logic of 75%. Thus, it can be said that almost all participants can write effective sentences in the preparation of PTK according to Indonesian principles. Keyword: effective sentences, scientific papers, junior high school teachers
KEEFEKTIFAN KALIMAT DALAM PARAGRAF EKSPOSISI PADA KARANGAN PESERTA PLPG UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA Ira, Retnosari Eko
WAHANA Vol 64 No 1 (2015)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v64i1.535

Abstract

Effective sentence is a sentence that can represent and give rise to back the idea of ​​the author as easy, clear, and complete exactly the same in the reader's mind as to what the author intended. This research will describe the effectiveness of sentences within paragraphs exposition. This study appliesa qualitative approach. The data source of this study is expository paragraph participants of teachers sertification program region 142 and the data of this study are the sentences contained in expository paragraph. Collecting data in this research is done through documentation method. The data collection technique was (1) the data collection, (2) copying tasks, (3) readings expository paragraph, (4) marking with highlighter, (5) classification, (6) coding, and (7) making cards. The data analysis used descriptive method. The stages of data analysis process include (1) the data collection, (2) classification of data, (3) the determination of errors frequency, (4) explanation. This result of this journal was expository paragraph written by participants of teachers sertification program ineffective. The ineffectiveness was found in (1) the unclearness of the idea, (2) the carelesness, and (3) the errors inusing spelling. This study is expected to provide motivation to teachers and other interested parties to pay more attention in writing. Writing effective sentences, the ideas submitted will be understood the reader and the writer
PRAANGGAPAN DAN IMPLIKATUR DALAM Mr. PECUT PADA JAWA POS Retnosari, Ira Eko
WAHANA Vol 63 No 2 (2014)
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/wahana.v63i2.1125

Abstract

Discourse is a complete recording language of communication events. Communication can apply the spoken language and written language. Knowing discourse analysis is required. Analysis matters relate to discourse is imp licatures, presuppositions, inference, and references. According to Stalnsker (Kartom ihardjo in Pelba 6 , 1993:30), the presmption of sharing knowledge (common ground) between speaker and listener so it does not need to be expressed. Meanwhile, Grice (Kartomihardjo in Pelba 6, 1993:30) argues that implicatures is a speech that implies something different to the exact pronounced. This study applies a qualitative approach. The source of this research is Jawa Pos daily data while the data of this study are the sentences contained in Mr. Pecut's discussion. The results of this study are Mr. Pecut's on Jawa Pos daily containing presuppositions and implicatures. Sentences in Mr. Pecut's bold letters implied that presuppositions contained whereas sentences are in italics containing implicatures. In written language, prejudice is something that is used as the common ground between the writer and the reader. Mistakes made have the impact of presuppositions of speech. Meanwhile, the probability of implicatures are meant by the speaker with speech can never be known exactly. Implicature is easily understood by the speaker and the opponent if they know each other and have the same experienced topic
TINDAK TUTUR ILOKUSI KOMUNITAS PATENG KABUPATEN MANGGARAI BARAT DI SURABAYA Ignasius Randun; Agung Pramujiono; Ira Eko Retnosari
Buana Bastra Vol 4 No 2 (2017): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bastra.vol4.no2.a5013

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk; Mendeskripsikan jenis-jenis tindak tutur ilokusi yang terdapat pada masyarakat tutur Pateng di Surabaya, dan Mendeskripsikan fungsi ilokusi yang terdapat pada percakapan masyarakat Pateng di Surabaya. Sumber data penelitian adalah masyarakat Pateng di Surabaya. Semua ilokusi tuturan yang digunakan oleh masyarakat Pateng di Surabaya menjadi objek penelitian ini. Pengumpulan data dari hasil metode refer. Data dianalisis dengan metode unified untuk memperoleh gambaran tindak tutur dan fungsi ilokusi. Validitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas semantik. Uji reliabilitas dilakukan dengan membaca berulang-ulang dan diskusi dengan teman sekelas dan dosen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) ditemukan dalam empat jenis tindak tutur ilokusi yang sering digunakan oleh masyarakat Pateng di Surabaya, yaitu tindak tutur asertif, tindak tutur direktif, tindak tutur komisif, dan tindak tutur ekspresif, 2) terdapat pada empat fungsi ilokusi. digunakan oleh komunitas Pateng di Surabaya, fungsionalitas yang kompetitif, konvivial, kolaboratif dan konfliktif.
KEUNIKAN UJARAN ANAK USIA DINI STUDI KASUS DI KB/TK ATTOHIRIN SUKODONO USIA 3–6 TAHUN Nur Hayati; Agung Pramujiono; Ira Eko Retnosari
Buana Bastra Vol 4 No 2 (2017): JURNAL ILMIAH BUANA BASTRA
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/bastra.vol4.no2.a5016

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa anak-anak yang berusia 3–6 tahun sangat unik memiliki cadel saat berbicara, dan mereka juga menciptakan bentuk-bentuk kata baru yang hanya dipahami oleh dirinya sendiri dan orang-orang terdekatnya. mereka. Ciptaan semacam ini dipengaruhi oleh bahasa yang digunakan oleh ibu dari anak-anak tersebut yang juga bisa disebut sebagai jargon khusus yang digunakan olehnya. Keunikan pernyataan dalam penelitian ini adalah pada kekhasan masing-masing bahasa di dunia. Keistimewaan itu meliputi tata bunyi suatu bahasa, pembentukan kata suatu bahasa, pembentukan kalimat bahasa, dan lain-lain. Dalam tata bunyi, anak-anak yang berusia 3–6 tahun, sering berbicara dengan gaya bahasanya sendiri yang terkadang juga jargon keluarga anak-anak itu sendiri. Anak usia dini adalah anak yang berusia 0–8 tahun. KB/TK Attohirin merupakan salah satu Lembaga Keislaman yang diselenggarakan oleh kepala sekolah yaitu Hj. Umi Khaddah dan H. Sukarjo, di bawah Dinas Pendidikan Sidoarjo dan PGRI, bertempat di Desa Peterongan, Masangan Kulon RT18, RW06, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidorjo. Objek penelitian ini adalah keunikan siswa pada KB/TK Attohirin yang berusia 3–6 tahun yang terdiri dari 2 putra berusia 3-4 tahun dan 1 putri berusia 5 tahun. Penelitian ini dilakukan di KB/TK Attohirin Desa Peterongan, Masangan Kulon RT18, RW06, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Cakap dibantu dengan menggunakan teknik Cakap Semuka, Teknik Perekaman, dan Teknik Catat, penelitian ini menggunakan metode agih. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa huruf yang tidak dapat diucapkan oleh objek penelitian adalah 'r, g, dan k'. Meskipun demikian, objek dapat dengan jelas menyebutkan huruf-huruf tersebut, tetapi ketika huruf-huruf tersebut diucapkan dalam sebuah kata atau kalimat, bunyi huruf tersebut tidak diucapkan dengan jelas atau bahkan berubah.