Planting corn is a local wisdom that is still practiced to maintain food availability in East Nusa Tenggara. In corn cultivation, the biggest challenge faced by farmers is the emergence of weeds around corn plants, which hinder their growth. Profiling the metabolites of weeds is an important initial step in studying the influence of allelochemical compounds that inhibit plant growth. This allows for appropriate weed control strategies. Chloris barbata is identified as a dominant weed in corn fields in East Nusa Tenggara. This study aims to profile the dominant weeds in corn fields in East Nusa Tenggara, specifically in Tua’tuka, Kupang Regency. The untargeted metabolit analysis of the three weed species revealed that Neophytadiene, accounting for 34.93% of Chloris barbata, is a compound strongly suspected to inhibit corn plant growth among the 36 compounds identified in the allelochemical study. The impact of allelochemicals from the other two weed species on corn growth needs further investigation due to limited information. Further studies are necessary to understand the effects of these allelochemicals on corn plant growth. Keywords: allelochemical; metabolites; weedsINTISARIMenanam jagung adalah suatu kearifan lokal yang masih terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan pangan di Nusa Tenggara Timur. Dalam budidaya jagung, tantangan terbesar yang sering dihadapi oleh petani adalah munculnya gulma di sekitar tanaman jagung. Adanya gulma menyebabkan pertumbuhan tanaman jagung menjadi terhambat. Studi metabolit gulma merupakan langkah awal penting untuk mempelajari pengaruh senyawa alelokimia dalam menghambat pertumbuhan tanaman. Strategi pengendalian gulma dapat dilakukan dengan tepat. Chloris barbata merupakan salah satu jenis gulma yang telah diidentifikasi sebagai gulma dominan yang tumbuh pada pertanaman jagung di NTT. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis metabolit terhadap gulma dominan pada pertanaman jagung di NTT yang diambil dari Tua’tuka Kabupaten Kupang. Hasil analisis untargetted metabolit dari ketiga jenis gulma, menunjukkan bahwa Neophytadiene 34,93% dari Chloris barbata merupakan senyawa yang diduga kuat sebagai penghambat pada pertumbuhan tanaman jagung dari total 36 senyawa yang dihasilkan dari studi senyawa alelokimia. Dampak senyawa alelokimia dari dua jenis gulma lainnya terhadap pertumbuhan jagung masih perlu diteliti lebih lanjut karena keterbatasan informasi. Studi lanjutan diperlukan untuk memahami lebih dalam efek senyawa-senyawa alelokimia tersebut terhadap pertumbuhan tanaman jagung. Kata Kunci: alelokimia; gulma; metabolit
Copyrights © 2024