Suku Paser Telake di Kecamatan Long Kali masih mempercayai warisan leluhur yang dapat dilihat dari ritual Belian. Salah satu ritual Belian yang dilakukan, yakni Belian Betulah untuk tujuan menolak bala atau wabah penyakit dengan bacaan selawat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ritual tolak bala Belian Betulah. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi yang bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan bahasa dan ranah pengalaman pemilik budaya dengan proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara narasumber (pemilik budaya). Berdasarkan wawancara narasumber, terdapat tiga unsur utama dalam ritual Belian Betulah yaitu pertama, unsur performansi bahasa dalam ritual Belian Betulah dapat ditemukan penggunaan mantra atau do’a, titik atau lagu, dan selawat. Kedua, unsur partisipan dalam ritual ini dapat dilihat dari peran mulung, pemusik, dan penggading. Ketiga, unsur properti, seperti minyak, sajen, krembulu, daun-daun (tumbuhan), pakaian, alat musik, jangkit, perahu tingkat tujuh, dan, mahar. Selain itu, melalui wawancara dengan pemilik budaya, Belian Betulah dilaksanakan saat ada wabah yang menerpa suatu daerah yang di dalam prosesi terbagi menjadi dua yakni belian dan larung jangkit. Akulturasi budaya Islam terlihat pada prosesi larung jangkit dalam ritual Belian Betulah karena diiringi musik dan juga puji-pujian berbahasa Arab (selawat).
Copyrights © 2023