Latarbelakang: Kepatuhan minum obat merupakan kunci keberhasilan dalam proses pengobatan pada pasien ODHA. Data sampai oktober 2022 di Jawa Barat kumulatif HIV sebanyak 57.914 kasus dan 12.353 kumulatif kasus AIDS, jumlah penderita HIV/AIDS di kabupaten Kuningan dari tahun 2013 hingga 2021 sebanyak 702 orang. Data Poliklinik HIV RSUD 45 Kuningan per Desember 2022 jumlah pasien yang patuh minum obat ARV sebanyak 338 (43,44%). Banyak faktor yang mempengaruhi kekpatuhan minum obat pada ODHA, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat antiretroviral pada ODHA di RSUD 45 Kuningan 2023.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Subyek sebanyak 265 ODHA yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner tertutup. Analisis data menggunakan analisis univarit, analisis bivariat (Rank Spearman) dan analisis multivariat (Regresi Logistik).Hasil: terdapat hubungan antara usia (p = 0.000), jenis kelamin (p = 0.014), pengetahuan ((p = 0.000), dukungan keluarga (p = 0.011) dan dukungan petugas kesehatan (p = 0.000) dengan kepatuhan minum obat ARV, namun tidak terdapat hubungan antara efek samping obat ARV (p = 0.341) dan stigma (p = 0.082) dengan kepatuhan minum obat ARV pada ODHA.Kesimpulan: variabel dukungan keluarga merupakan variabel paling dominan yang mempengaruhi kepatuhan minum obat ARV pada ODHA.
Copyrights © 2023