Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN NUGET TEMPE SEBAGAI PANGAN LOKAL TERHADAP BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN BALITA STUNTING Susianto, Susianto; Iswarawanti, Dwi Nastiti; Mamlukah, Mamlukah; Khaerudin, Muhamad Wildan; Mahendra, Dimas
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 14 No. 02 (2023): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v14i02.850

Abstract

Latar Belakang: Stunting pada balita dapat menjadi faktor predisposisi terjadinya masalah-masalah kesehatan lain hingga dewasa. World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa prevalensi balita stunting pada tahun 2022 sebanyak 149,2 juta atau sebesar 22% balita yang mengalami stunting. Salah satu program prioritas pembangunan kesehatan dalam periode tahun 2020-2024 adalah penurunan prevalensi stunting. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian makanan tambahan nuget tempe terhadap peningkatan BB dan TB pada balita 24-59 bulan di Desa Karangmuncang Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian Quasi eksperimental dengan desain pre-test and post-test control group. Pemilihan sampel menggunakan metode Consequtive Sampling. Sampel penelitian adalah balita 24-59 bulan di Desa Karangmuncang Kecamatan Cigandamekar Kabupaten Kuningan yang memenuhi kriteri inklusi. Jumlah sampel sebanyak 60 balita, 30 orang untuk kelompok intervensi dan 30 orang kelompok kontrol. Hasil: Diperoleh nilai p value = 0,000 yang menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan TB balita antara sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa pemberian makanan tambahan nuget tempe. Untuk koefisien korelasinya didapatkan nilai positif dan nilai positif 0,998 untuk TB yang berarti korelasinya sangat kuat. Kesimpulan: Pemberian PMT Modifikasi berbasis kearifan lokal  dalam hal ini nuget tempe dapat menjadi alternatif program penanggulangan stunting dan gizi kurang.
Hubungan antara kinerja fasilitator berdasarkan achieve model dengan capaian target pelaksanaan kelas ibu hamil di Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon 2023 Yuliani, Dewi; Mamlukah, Mamlukah; Suparman, Rossi; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 4 No 1 (2023): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v4i1.926

Abstract

Latar Belakang: Cakupan kelas ibu hamil di Kabupaten Cirebon mencapai 67,1%. Cakupan kelas ibu hamil di Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon pada tahun 2021 sebesar 38,2% lalu pada tahun 2022 sebesar 40,34%. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kinerja fasilitator berdasarkan ACHIEVE Model dengan capaian target pelaksanaan kelas ibu hamil di Kecamatan Gegesik Kabupaten Cirebon 2023.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Populasi dan sampel penelitian ini berjumlah 100 orang dengan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian mengunakan lembar kuesioner tertutup. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik.Hasil: Ada hubungan yang signifikan antara Ability (p = 0,000), Clarity (p = 0,001),Help (p = 0,015), Incentive (p = 0,001), Validity (p = 0,011), Evaluation (p = 0,002) dan Environtment (p = 0,002) dengan capaian target pelaksanaan kelas ibu hamil di Puskesmas. Variabel paling dominan yang berhubungan dengan capaian target pelaksanaan kelas ibu hamil yaitu variabel Clarity dengan nilai p = 0,004 dan OR 3,970 (95% CI 1,765 – 7,141).Kesimpulan: Variabel paling dominan yang berhubungan dengan capaian target pelaksanaan kelas ibu hamil yaitu variabel Clarity.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri pada petugas penunjang non klinik di RSUD Singaparna Medika Citrautama Rahmawati, Ai Reny; Mamlukah, Mamlukah; Suparman, Rossi; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 4 No 2 (2024): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v4i02.1115

Abstract

Latar Belakang: Laporan PPI RSUD SMC menyatakan bahwa kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri Tahun 2021 sebesar 95,5% sedangkan capaian angka kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri tahun 2022 sebesar 88,2 % ini menunjukan bahwa terjadi penurunan tingkat kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri yaitu sebesar 7,3 %, dan untuk memenuhi target mutu nasional kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri masih ada selisih - 11,8%.Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian analitik deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel menggunakan Teknik Total Sampling sebanyak 105 orang. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat menggunakan uji korelasi chi-square dan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik.Hasil: hubungan antara Umur (p value 0.001), Lama Kerja (p value 0.006), Jenis Kelamin (p value 0.220), Pendidikan (p value 0.166), Status Pernikahan (p value 0.366), Pengetahuan (p value 0.404), Sikap (p value 1.000) dengan kepatuhan penggunaan Alat Pelindung Diri petugas Penunjang Non Klinik. Hasil multivariatnya adalah umur (Sig.033 dan OR 3.711).Kesimpulan: umur merupakan variabel dominan yang berhubungan dengan penggunaan APD pada Petugas Penunjang Non Klinik RSUD Singaparna Medika Citrautama.
Pengaruh pemberian terapi murattal al-qur’an dan akupresur terhadap kecemasan dan tanda-tanda vital pasien penyakit jantung di RSUD dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya Fasihulisan, Fasihulisan; Mamlukah, Mamlukah; Wahyuniar, Lely; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 4 No 2 (2024): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v4i02.1116

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan yang dialami oleh penderita penyakit jantung dapat menyebabkan spasme pembuluh darah sehingga dapat menyebabkan infark miokard yang disebut dengan serangan jantung dan akan mempengaruhi penyembuhan. Metode yang dapat digunakan untuk mengontrol kecemasan adalah dengan terapi non-farmakologis diantaranya akupresur dan terapi religi murattal al-Qur’an.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuasi-eksperimen dengan rancangan pretest and post test design. Sebanyak 120 responden terlibat dalam penelitian ini dengan metode accidental sampling. Responden terbagi menjadi tiga kelompok (n=40), yaitu mendapatkan terapi murattal al-Qur’an, akupresur, dan kombinasi kedua metode tersebut. Variabel yang dianalisis yaitu kecemasan dan tanda-tanda vital. Analisis data menggunakan Wilcoxon test, Kruskal Wallis, dan One Way Anova.Hasil: sistol (p=0,456), diastol (p=0,901), nadi (p=0,965), dan tingkat kecemasan (p=0,297) antara kelompok perlakuan.Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan rata-rata tanda-tanda vital dan kecemasan antara kelompok perlakuan. Semua perlakuan dapat digunakan sebagai intervensi terhadap penurunan tekanan darah, nadi, dan tingkat kecemasan pasien jantung.
Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup penderita katarak di Kabupaten Indramayu 2022 Sari, Lusi Fitriah; Badriah, Dewi Laelatul; Febriani, Esty; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Journal of Health Research Science Vol. 3 No. 01 (2023): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v3i01.728

Abstract

Latar Belakang: Katarak adalah proses degeneratif berupa kekeruhan di lensa bola mata sehingga menyebabkan menurunnya kemampuan penglihatan sampai kebutaan. Data kasus katarak di Kabupaten Indramayu pada tahun 2021 sebesar 37%.Metode: Jenis penelitian ini adalah analitik observasi dengan desain cross sectional, sedangkan populasi pada penelitian ini adalah penderita katarak yang telah menjalani operasi katarak sebanyak 200 orang.Hasil: Hasil dari analisis univariate responden memiliki umur sebagian besar terdapat pada umur  antara 51-70 tahun (63.5%), jenis kelamin sebagian besar terdapat pada responden jenis kelamin laki-laki (52.5%), pendidikan responden sebagian besar terdapat pada pendidikan kategori rendah. Hasil analisis bivariate yang berhubungan dengan kualitas hidup penderita katarak adalah dukungan keluarga (p value = 0.001), umur (p value = 0.001), jenis kelamin (p value = 0.885), pendidikan (p value = 0.001).Kesimpulan: Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kualitas hidup penderita katarak adalah pendidikan. Masyarakat disarankan untuk meningkatkan pendidikan demi kualitas hidup yang lebih baik pasca operasi katarak.
Pengaruh promosi kesehatan melalui media berbasis video dan leaflet terhadap pengetahuan dan sikap kader saka bakti husada dalam pencegahan stunting di Kecamatan Sukarame pada masa pandemi covid-19 tahun 2022 Handayani, Heni; Mamlukah, Mamlukah; Suparman, Rossi; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Journal of Health Research Science Vol. 3 No. 01 (2023): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v3i01.765

Abstract

Latar Belakang: Prevalensi stunting mengalami peningkatan dari tahun 2019 yaitu 27,5% menjadi 29,6% tahun 2020. Kabupaten Tasikmalaya merupakan peringkat ke 10 tertinggi di Jawa Barat yaitu mencapai angka 24,2%. Kecamatan Sukarame memiliki prevalensi stuntingnya tertinggi yaitu sebesar 14% atau 166 orang. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh promosi kesehatan melalui media terhaap pengetahuan dan sikap kader dalam pencegahan stunting di Kecamatan Sukarame.Metode: Penelitian eksperimen dengan desain penelitian eksperimen semu (quasi-experimental). Populasi penelitian 124 anggota, dan pengambilan sampel menggunakan metode Purposive Sampling dengan jumlah sampel  95 analisis dilakukan dengan univariat dan bivariate.Hasil: Sebagian besar responden merupakan kader perempuan (61,1%) dan berusia 18 tahun (61,1%). Intervensi paling banyak yang diberikan menggunakan media video sebanyak 37,9%, leaflet 31,6% dan kombinasi antara video dan leaflet sebesar 30,5%. Untuk hasil analisis bivariat kelompok kombinasi baik pada variabel pengetahuan (75±12,05) dan sikap (7,28±1,03), yaitu masing-masing memiliki kenaikan sebesar 75 dan 7,28.Kesimpulan: Terdapat pengaruh pemberian promosi kesehatan melalui media video, leaflet dan kombinasi video dan leaflet. Intervensi berupa kombinasi antara video dan leaflet memberikan pengaruh yang paling baik.
Pengaruh metode simulasi terhadap pengetahuan dan sikap guru tentang kesehatan reproduksi remaja di SMK Kabupaten Brebes tahun 2022 Susilo, Amin; Febriani, Esty; Wahyuniar, Lely; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Journal of Health Research Science Vol. 3 No. 01 (2023): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v3i01.766

Abstract

Latar Belakang: Guru SMK memiliki peran penting dalam memperkenalkan kesehatan reproduksi kepada siswa di sekolah (Banerjee & Rao, 2022). Metode simulasi merupakan salah satu metode yang dapat digunakan dalam pendidikan kesehatan. Kajian terbatas telah dilakukan untuk mengkaji pengaruh pendidikan terhadap reproduksi remaja terhadap pengetahuan dan sikap guru SMK dengan menggunakan metode ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pendidikan terhadap reproduksi remaja dengan metode simulasi pada guru SMK di Kabupaten Brebes untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap mereka.Metode: Penelitian eksperimen semu dengan rencana kelompok kontrol non ekuivalen. Sampel penelitian total sampling guru SMK (n=30 orang tiap kelompok). Analisis data bivariat (uji Chi square dan uji T berpasangan) dan analisis multivariat (regresi linier logistik) pada tingkat kepercayaan 95%.Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki pengetahuan (56,7%) dan sikap (56,7%) yang baik setelah dilakukan intervensi simulasi. Hasil uji t berpasangan menunjukkan bahwa ada perbedaan pengetahuan guru antara kelompok perlakuan dan kontrol dengan nilai p<0,001, dan sikap guru dengan nilai p<<0,001. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa variabel usia (p =0,039) memiliki pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dan sikap guru terhadap kesehatan reproduksi remaja.Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan pendidikan kesehatan reproduksi remaja dengan metode simulasi terhadap pengetahuan dan sikap guru. Disarankan metode simulasi dalam pendidikan kesehatan pada guru dapat digunakan secara luas untuk meningkatkan kompetensi guru, termasuk metode partisipatif, pemantauan langsung dan bimbingan kepada siswa.
Efektivitas promosi kesehatan melalui media komunikasi, informasi dan edukasi (kie) serta pendampingan whatsapp group terhadap pengetahuan dan sikap tentang anemia pada ibu hamil tahun 2022 (studi di Wilayah Kerja Puskesmas Kecamatan Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya) Rahayu, Nurdewi Anggita; Mamlukah, Mamlukah; Suparman, Rossi; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Journal of Health Research Science Vol. 3 No. 01 (2023): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v3i01.768

Abstract

Latar Belakang: Promosi kesehatan melalui media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) dapat menunjang proses pembelajaran dengan dukungan teknologi media yang ada, salah satunya dengan memanfaatkan media sosial whatsapp. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas promosi kesehatan melalui media komunikasi, informasi dan edukasi (KIE) serta pendampingan whatsapp group terhadap pengetahuan dan sikap tentang anemia pada ibu hamil tahun 2022 di wilayah kerja Puskesmas Gunungtanjung Kabupaten Tasikmalaya.Metode: Penelitian eksperimen semu (quasi experiment), menggunakan rancangan pre and post test with two group dengan menggunakan teknik cluster sampling sebanyak 25 responden. Data dalam penelitian ini diolah dengan statistik uji T-test, pengujian hipotesis menggunakan nilai N gain.Hasil: Terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan (p-value =<0,00) dan sikap (p-value <0,000) Ibu hamil setelah dilakukan Promosi kesehatan melalui media KIE disertai pendampingan WhatsApp Group. Terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan (p-value = 0,001) dan sikap (p-value = 0,003) ibu hamil setelah dilakukan Promosi kesehatan melalui media KIE. Promosi kesehatan melalui media KIE disertai pendampingan WhatsApp Group lebih efektif dibandingkan hanya media KIE saja dalam meningkatakan pengetahuan (p-value = 0,046) dan sikap (p-value <0,000) ibu hamil tentang anemia.Kesimpulan: Terdapat peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dan sikap ibu hamil setelah dilakukan promosi kesehatan baik melalui media KIE saja dan didampingi whatsApp Group, serta lebih efektif dibandingkan hanya media KIE saja dalam meningkatakan pengetahuan dan sikap ibu hamil tentang anemia.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien TB di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Kota Cirebon tahun 2023 Hidayati, Windhy; Mamlukah, Mamlukah; Suparman, Rossi; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Journal of Health Research Science Vol. 3 No. 02 (2023): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v3i02.929

Abstract

Latar belakang: Angka insiden TB di Indonesia tahun 2021 sebanyak 397.377 kasus, Kasus Provinsi Jawa Barat tahun 2021 yang dilaporkan sebanyak 85.681 kasus dan Kota Cirebon tahun 2021 menunjukkan cakupan penemuan dan pengobatan kasus TB menempati peringkat ke 2 tertinggi di Provinsi Jawa Barat sebanyak 1.131 kasus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien TB di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Kota Cirebon.Metode: Jenis penelitian survey kuantitaif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah pasien TB di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Kota Cirebon dengan teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling sebanyak 150 orang. Analisa data dilakukan dengan menggunakan analisa univariat dengan distribusi frekuensi, analisa bivariat dengan uji chi square (χ2) dan analisa multivariat dengan uji regresi logistik. Hasil: Faktor yang berhubungan adalah dukungan keluarga (ρ=0,000), efikasi diri (ρ=0,000), kepatuhan minum obat (ρ=0,000) dan dukungan petugas (ρ=0,000). Sedangkan faktor yang tidak berhubungan adalah depresi (ρ=0,803) dan lama pengobatan (ρ=0,513). Faktor yang paling dominan dalam penelitian ini adalah faktor kepatuhan minum obat (ρ=0,000).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara dukungan keluarga, efikasi diri, kepatuhan minum obat, dan dukungan petugas dengan kualitas hidup pasien TB di Balai Kesehatan Paru Masyarakat Kota Cirebon. Saran bagi Balai Kesehatan Paru Masyarakat Kota Cirebon agar melakukan konseling tentang pentingnya kepatuhan minum obat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien TB.
Faktor - faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat antiretroviral (ARV) pada ODHA di RSUD 45 Kuningan 2023 Herawati, Ita; Iswarawanti, Dwi Nastiti; Febriani, Esty; Badriah, Dewi Laelatul
Journal of Health Research Science Vol. 3 No. 02 (2023): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v3i02.938

Abstract

Latarbelakang: Kepatuhan minum obat merupakan kunci keberhasilan dalam proses pengobatan pada pasien ODHA. Data sampai oktober 2022 di Jawa Barat kumulatif HIV sebanyak 57.914 kasus dan 12.353 kumulatif kasus AIDS, jumlah penderita HIV/AIDS di kabupaten Kuningan dari tahun 2013 hingga 2021 sebanyak 702 orang. Data Poliklinik HIV RSUD 45 Kuningan per Desember 2022 jumlah pasien yang patuh minum obat ARV sebanyak 338 (43,44%). Banyak faktor yang mempengaruhi kekpatuhan minum obat pada ODHA, oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan minum obat antiretroviral pada ODHA di RSUD 45 Kuningan 2023.Metode: Penelitian ini merupakan studi analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Subyek sebanyak 265 ODHA yang diambil dengan teknik accidental sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner tertutup. Analisis data menggunakan analisis univarit, analisis bivariat (Rank Spearman) dan analisis multivariat (Regresi Logistik).Hasil: terdapat hubungan antara usia (p = 0.000), jenis kelamin (p = 0.014), pengetahuan ((p = 0.000), dukungan keluarga (p = 0.011) dan dukungan petugas kesehatan (p = 0.000) dengan kepatuhan minum obat ARV, namun tidak terdapat hubungan antara efek samping obat ARV (p = 0.341) dan stigma (p = 0.082) dengan kepatuhan minum obat ARV pada ODHA.Kesimpulan: variabel dukungan keluarga merupakan variabel paling dominan yang mempengaruhi kepatuhan minum obat ARV pada ODHA.