Pemilu 2024 dilaksanakan sebagai bentuk terwujudnya demokrasi Indonesia. Film Dirty Vote yang merupakan film karya Dhandy Laksono menampilkan beberapa pakar hukum negara Indonesia, film ini telah menuai berbagai pro dan kontra dimasyarakat tentang kecurangan yang diprediksi terjadi pada Pemilu 2024. Dalam hal ini, platform media sosial X telah menjadi tempat diskusi masyarakat dalam menanggapi film Dirty Vote. Peneliti menggunakan Metode penelitian crytical discourse analysis, metode yang memahami bahasa tidak hanya dari aspek tekstualnya, tetapi juga dari konteks sosialnya. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti bagaimana masyarakat di platform media sosial X bereaksi terhadap film Dirty Vote mulai dari tanggapam pro hingga tanggapan kontra yang dikemudian dikaitkan dengan kajian sosiologis yaitu dalam pandangan teori interaksionisme simbolik (George Herbert Mead). Teori ini adalah teori yang menekankan pada suatu konsep diri dan interaksi sosial yang dilakukan yang memiliki potensi untuk menciptakan suatu simbol yang memiliki makna. Penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial X menjadi arena diskusi yang dinamis, dengan pengguna yang memanfaatkan platform X untuk menyampaikan opini mereka secara langsung dan terbuka.
Copyrights © 2024