Citra diri merupakan refleksi dari pandangan individu terhadap identitas, kemampuan, dan nilai-nilai yang dimilikinya, serta bagaimana persepsi orang lain terhadap dirinya. Penelitian ini mengulas kompleksitas pembentukan citra diri, terutama dalam konteks penggunaan produk skincare. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan untuk mengeksplorasi fenomena ini. Hasil menunjukkan bahwa penampilan fisik, khususnya bagi perempuan, menjadi titik fokus utama dalam membentuk citra diri, dipengaruhi oleh standar kecantikan masyarakat dan pengaruh media massa. Penggunaan produk skincare menjadi langkah awal dalam merawat kecantikan, tetapi pemilihan produk yang tepat penting untuk membangun kepercayaan diri yang positif. Penelitian ini menggunakan teori George Herbert Mead tentang interaksionisme simbolik yang menyoroti pentingnya interaksi interpersonal, kepercayaan, dan keuntungan yang dirasakan dalam proses pembentukan citra diri melalui penggunaan produk skincare.
Copyrights © 2024