Pertumbuhan penduduk baik yang secara alami maupun akibat dari urbanisasi menyebabkan padatnya daerah perkotaan. Peningkatan penduduk sejalan dengan peningkatan kebutuhan air minum dan akses sanitasi. Terbatasnya akses air minum dan sanitasi berpengaruh pada kesejahteraan keluarga. Pendataan secara langsung melalui kuisioner dilakukan untuk mengetahui kebutuhan akses air minum dan akses sanitasi pada keluarga di kelurahan Lagoa. Metode statistik desktiptif digunakan untuk menguraikan informasi yang diperoleh dari kumpulan informasi. Pendataan dilakukan pada 10.401 keluarga. Akses air minum yang ditinjau dari sumber air minum dan jarak sumber air minum ke pembuangan tinja diperoleh bahwa masyarakat di kelurahan Lagoa memiliki akses air minum 90% tidak layak hal ini karena mayoritas menggunakan air kemasan/ isi ulang dengan persentase 87% atau sebanyak 9.087 keluarga sebagai sumber air minum. Akses sanitasi yang ditinjau berdasarkan kepemilikan fasilitas buang air besar, jenis jamban dan tempat pembuangan akhir tinja berada pada kondisi 99% layak. Penanganan lanjutan difokuskan pada Sistem Penyediaan Air Minum untuk mengatasi permasalahan akses air minum serta pembuatan fasilitas sanitasi bersama untuk menangani permasalahan akses sanitasi khususnya pada kepemilikan fasilitas dan tempat pembuangan akhir tinja.
Copyrights © 2023