Abstrak: Salah satu kemampuan bahasa terpenting yang dibutuhkan siswa adalah pemahaman bacaan. Memahami makna teks untuk menentukan makna kalimat leksikal disebut pemahaman bacaan. Membaca juga melibatkan proses penerjemahan. Konten tekstual dan menerjemahkan teks dari satu bahasa ke bahasa lain merupakan subjek kegiatan penerjemahan. Akibatnya, siswa memperoleh sejumlah keuntungan dari proses penerjemahan dalam hal meningkatkan pemahaman bacaan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada korelasi yang signifikan antara pemahaman membaca dan kemampuan menerjemahkan mahasiswa semester enam Program Studi Bahasa Inggris FKIP Universitas Riau. Penelitian ini menggunakan metodologi kuantitatif. Metodologi penelitian kuantitatif korelasional digunakan dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk menunjukkan hubungan antara dua variabel. Dalam penelitian ini, dua variabel adalah pemahaman bacaan siswa dan kemampuan menerjemahkannya. Populasi penelitian ini adalah 3 siswa kelas enam semester, sedangkan sampelnya adalah 37 siswa dari kelas B. Data dikumpulkan dari dua bagian tes, yaitu pilihan ganda dan tes esai. Hasil hipotesis menunjukkan hipotesis alternatif (Ha), yaitu Asymp.sig. (2-tailed) sebesar (0,01 < 0,05). Dengan demikian, terdapat korelasi yang signifikan antara pemahaman bacaan dan kemampuan menerjemahkan siswa. Diharapkan materi pembelajaran seperti penggunaan novel, berita, artikel, dan media tertulis lainnya dapat meningkatkan pemahaman bacaan dan kemampuan menafsirkan siswa.
Copyrights © 2024