Pada saat membangun proyek gedung, keterlambatan pekerjaan proyek sering terjadi saat dilaksanakan. Jadi dibutuhkan alternatif yang dapat membantu menyelesaikan proyek konstruksi lebih cepat salah satunya dengan menggunakan metode shift tenaga kerja. Penelitian ini menganalisis percepatan periode menggunakan shift tenaga kerja pada proyek konstruksi gedung SMAN 4 Kota Pontianak Kalimantan Barat. Total anggaran biaya proyek pada kondisi pasca-crashing dengan sistem shift tenga kerja dengan total biaya Rp2.731.667.460,24 lebih tinggi dari total anggaran proyek dalam kondisi normal yaitu Rp. 2.222.022.510,48, dan periode pelaksanaan proyek 77 hari lebih cepat dari periode normal dari 180 hari pada durasi normal Dapat disimpulkan bahwa penerapan sistem shift lebih efektif dalam durasi karena lebih cepat dari rencana durasi normal. Menjadi efektif dan efisien dalam proyek konstruksi sangat penting karena ada banyak mekanisme kerja yang saling mempengaruhi seperti biaya, waktu, sumber daya manusia, sistem manajemen kesehatan dan keselamatan kerja (SMK3) untuk identifikasi resiko yang kemungkinan terjadi dalam proyek konstruksi, dan manajemen komunikasi proyek sangat penting dalam konstruksi.
Copyrights © 2022