Kesadaran orang tua khususnya ibu tentang adanya dampak negatif internet di balik manfaatnya yang luas menunjukkan pentingnya strategi pengasuhan untuk melindungi dan meningkatkan resiliensi online (ketahanan/ketangguhan diri dalam menyikapi dampak negatif di dunia online) pada anak mereka. Menginvestigasi persepsi ibu di kota bengkulu tentang strategi pengasuhan yang akan mereka gunakan untuk meningkatkan resiliensi online pada anak. Studi ini merupakan deskriptif kualitatif. Sebanyak dua belas orang ibu mengikuti diskusi kelompok terpusat dipilih dengan metode purposive sampling. Analisis konten dilakukan selanjutnya divalidasi menggunakan triangulasi peneliti dan teori. Didapatkan empat kategori yaitu membekali anak dengan pendidikan, menciptakan hubungan keluarga yang harmonis, menerapkan pola asuh demokratis, meningkatkan kecakapan literasi digital ibu. Strategi yang telah disepakati menunjukkan kesadaran orang tua untuk memenuhi kebutuhan informasi dan teknologi bagi anak dengan tetap melakukan upaya-upaya perlindungan.strategi-strategi akan bermanfaat bila dijalankan dengan baik. Orang tua perlu bekerja sama dengan pihak-pihak terkait seperti pihak sekolah dan tenaga kesehatan untuk dapat menjalankan strategi yang telah ditetapkan. Perawat maternitas dapat menjadi fasilitator dalam pencapaian strategi-strategi tersebut serta berinovasi menjalankan upaya preventif dengan cara meningkatkan resiliensi online.
Copyrights © 2024