Tujuan penelitian ini untuk menganalisis bagaimana perempuan urban memaknai kebebasan dalam visualisasi dalam sebuah film Selamat Pagi, Malam karya Lucky Suwandi, melalui penokohan tiga karakter perempuan yaitu Gia, Cik Surya, dan Indri. Permasalahan-permasalahan yang dikisahkan melalui ketiga karakter utama tersebut merupakan bentuk dari rasa kekhawatiran, kecurigaan, dan rasa takut berlebihan terhadap orang lain. Metode penelitian ini adalah multimodal discourse analysis dan analisis enam-tingkat telefilm enam tingkat karya Rick Iedem dengan pendekatan eksploratif kualitatif. Hasil penelitian ini menemukan bahwa, kebebasan perempuan urban dalam film Selamat Pagi, Malam mencakup tiga aspek, yaitu bebas mengekspresikan diri, bebas menentukan pilihan hidup walaupun bersinggungan dengan nilai agama dan norma yang berlaku, dan bebas memaknai kesetaraan gender.
Copyrights © 2023