Berbagai jenis desinfektan kini banyak muncul di pasaran sebagai bentuk pencegahan terhadap kemungkinan adanya infeksi bakteri. Kandungan senyawa aktif yang terdapat pada desinfektan juga semakin beragam. Untuk menentukan efektivitas desinfektan, koefisien fenol umum digunakan sebagai standar pengukuran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan koefisien fenol tiga jenis desinfektan berbasis benzalkonium klorida, sodium hipoklorit, dan pine oil dalam membunuh bakteri Staphylococcus aureus. Koefisien fenol dihitung dengan cara membagi pengenceran tertinggi desinfektan dengan fenol yang mematikan mikroorganisme dalam 10 menit, tetapi tidak mematikan dalam 5 menit. Desinfektan dikatakan memiliki efektivitas yang baik jika memiliki nilai koefisien fenol >1. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien fenol benzalkonium klorida, sodium hipoklorit, dan pine oil, masing-masing 4,5, 3,5 dan 3,0. Hasil uji Kruskall Wallis menunjukkan bahwa nilai koefisien fenol ketiga jenis desinfektan tidak berbeda signifikan, dengan p-value <0,05 (p = 0,368). Dapat disimpulkan bahwa benzalkonium klorida, sodium hipoklorit, dan pine oil memiliki efektivitas yang sama terhadap S. aureus.
Copyrights © 2024