Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Antidiabetic Potentials of Button Mushroom (Agaricus bisporus) on Alloxan-Induced Diabetic Rats Ekowati, Nuraeni; Yuniati, Nilasari Indah; Hernayanti, Hernayanti; Ratnaningtyas, Nuniek Ina
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 10, No 3 (2018): December 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.458 KB) | DOI: 10.15294/biosaintifika.v10i3.17126

Abstract

Button mushrooms (Agaricus bisporus) is an edible mushroom that is most widely cultivated in the world. It contains bioactive compounds that might provide beneficial effects on diabetes mellitus patient. The study aimed to determine the effects of A. bisporus administration on the blood glucose, and malondyaldehyd (MDA) levels as well as superoxide dismutase (SOD) activity of alloxan-induced diabetic rats. This study was also conducted to determine the secondary metabolites produced by A. bisporus. The method used was experimental methods with Completely Randomized Design. A. bisporus extract at the doses of 250, 500 and 750 mg/kg body weight (BW) per day were orally applied to alloxan-induced diabetic rats for a period of 14 days after the rats became diabetes. The results showed that the extract of A. bisporus could decrease blood glucose, and MDA levels as well as increase SOD activity (p < 0.05). A. bisporus extract 500 mg/kg BW is the most effective dose to be used. Based on Thin Layer Chromatography (TLC) test, it was known that secondary metabolites produced by A. bisporus are flavonoids, alkaloids, terpenoids and saponins. A. bisporus has potential as an antidiabetic through the ability to decrease blood glucose, and MDA levels, as well as increase SOD activity in diabetic rats. This research is able to provide information about the antidiabetic potential of A. bisporus extract so that it can be used as an alternative natural antidiabetic agent and can be applied in the community with ease and in a more controlled industrial scale.
EVALUASI DAN MONITORING TEKANAN DARAH SISTOLE DAN DIASTOLE PADA LANSIA Nilasari Indah Yuniati; Fajar Husen; Nur Aini Hidayah Khasanah; Sugi Purwanti
Abdimas Galuh Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i2.8500

Abstract

Lansia memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena hipertensi, apabila tidak dilakukan monitoring terhadap tekanan darah, baik tekanan darah sistole (TDS) maupun tekanan darah diastole (TDD) secara berkala dapat mengakibatkan komplikasi yang lebih parah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk melakukan evaluasi dan monitoring TDS dan TDD pada lansia serta mengetahui hubungan usia dan berat badan terhadap TDS dan TDD. Kegiatan PKM dilaksanakan di Kelurahan Grendeng pada bulan Juli-Agustus 2022. Subjek yang terlibat dalam kegiatan ini adalah 39 orang lansia. Kegiatan terdiri atas tahap persiapan, pelaksanaan, follow up, dan diakhiri dengan monitoring dan evaluasi. Subjek didominasi oleh lansia wanita (87.18%) dengan rentang usia 50-85 tahun. Lansia wanita memiliki berat badan yang cenderung lebih tinggi (rata-rata 53.90 kg) dibandingkan lansia pria (rata-rata 51.20 kg). Rata-rata TDS lansia pria (138 mm/Hg) lebih tinggi dibandingkan lansia wanita (137.70 mm/Hg), sedangkan nilai TDD keduanya tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna. Subjek dengan kategori pra-hipertensi didominasi rentang usia 56-60 tahun (12.82%), kategori hipertensi didominasi tahun didominasi oleh subjek berusia 61-65 tahun (12.82%). Hanya 2.56% pasien yang memiliki TDS normal (<120 mm/Hg), yaitu pada rentang usia 76-80 tahun. Peningkatan TDS dan TDD berkoreasi sangat kuat dengan peningkatan berat badan (indeks korelasi pearson 0.482), sedangkan peningkatan berat badan berkorelasi lemah dengan peningkatan TDS dan TDD (indeks korelasi pearson 0.133). Perlu dilakukan kolaborasi dengan puskesmas setempat dalam kegiatan PKM selanjutnya agar dicapai hasil foloow up yang lebih optimal.
Profil Pasien Hipertensi di Puskesmas Purwokerto Utara Nilasari Indah Yuniati
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 18 No 1 (2022): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.891 KB)

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit yang menjadi prioritas utama dalam penanganannya karena prevalensi yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Analisis terhadap karakteristik data pasien sangat dibutuhkan dalam rangka perencanaan upaya pengendalian hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis karakteristik pasien hipertensi di Puskesmas Purwokerto Utara. Studi analitik deskriptif ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas periode Agustus – Oktober 2021 untuk Puskesmas Purwokerto Utara. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa dari 385 pasien hipertensi di Puskesmas Purwokerto Utara, sebanyak 70,91% adalah wanita, dan rata-rata berusia di atas 46 tahun (24,94% berusia 46-55 tahun, 35,32% berusia 56-65 tahun, dan 27,79% berusia >65 tahun). Sebanyak 60,26% adalah ibu rumah tangga dengan latar belakang pendidikan lulusan SD/SLTP (72,47%). Hipertensi yang diderita oleh 65,71% pasien termasuk dalam hipertensi derajat 1, dengan angka obesitas sebesar 8,05% dan 22,34% pasien menderita komplikasi diabetes melitus.
Konsentrasi Bahan Kimia Fogging Pada Pengendalian Life Table Nyamuk Aedes Aegypti Sebagai Host Definitive Virus Demam Berdarah Dengue Adhin, Kang; Rafik, A.; Aqwam, Adhi; Maryaningsih, Yuyun; Fitriani, Fitriani; Mulianingsih, Ermy; Nurhidayah, Jumratul; Endang, Hetti Koes; Muslimin, M. Ichwanul; Khairunnisa, Rizka; Annas1, Fahrul; Setiawan, Aldi; Septian, Puput; Yuniati, Nilasari Indah
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 7 No 2 (2025): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2025.7.2.15479

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor primer yang berperan dalam penularan virus dengue penyebab penyakit demam berdarah dengue (DBD). Pada awal tahun 2023, Pemerintah Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), menetapkan status Kejadian Luar Biasa penyakit DBD. Data kejadian DBD di Kota Bima sejak Tahun 2020 mengalami fluktuasi. Namun, CFR tertinggi terjadi pada Tahun 2023, dengan rata-rata 2,05%. Berbagai metode pengendalian vektor dengue dapat diterapkan salah satunya dengan fogging dan abatisasi, tetapi populasi Aedes aegypti masih belum dapat dikendalikan. Sementara itu, Resistensi nyamuk Aedes aegypti terhadap insektisida (cypermethrin dan malathion) telah dilaporkan di berbagai Daerah. Peneliti bertujuan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai konsentrasi bahan kimia fogging dalam pengendalian nyamuk Aedes aegypti di Kota Bima yang diukur berdasarkan life table nyamuk. Penelitian yang dilakukan dengan rancangan observasi analitik dan jenis studi uji laboratorium dalam rentang waktu bulan Agutus hingga November 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan Non Random Purpossive Sampling dengan prosedur penelitian antara lain: pembuatan formula bahan kimia fogging; (2) rearing nyamuk Aedes aegypti; (3) uji toksisitas bahan kimia; (4) analisis data. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa seluruh formula sifenotrin terbukti mampu menghambat perkembangan seluruh stadium nyamuk Aedes aegypti namun dalam waktu efektifitas yang berbeda. Formula bahan kimia fogging : F1 (Sifenotrin 1,5 ml + solar 98,5 ml), F2 (Sifenotrin 2 ml + solar 98 ml), F3 (Sifenotrin 2,5 ml + solar 97,5 ml), F4 (Sifenotrin 3 ml + solar 97 ml) dan F5 (Sifenotrin 3,5 ml + solar 96,5 ml) efektif dalam membunuh seluruh tahapan life table nyamuk Aedes aegypti dalam kisaran waktu 4 menit sampai dengan 2 jam 53 menit. Serta diketahui bahwa efikasi sifenotrin terutama pada stadium imago dengan kematian dalam hitungan menit, namun juga efektif pada stadium nyamuk lainnya meskipun pada waktu yang lebih lama. Kata kunci : Aedes Aegpyti, Bahan Kimia, DBD, Fogging, Sifenotrin
PENCEGAHAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL MELALUI PEMBERDAYAAN DAN DETEKSI DINI PADA REMAJA KARANG TARUNA Yuniati, Nilasari Indah; Khasanah, Nur Aini Hidayah; Rakhmawati, Aprilia; Wulansari, Keke Putri; Asryadin, Asryadin
JPMA - Jurnal Pengabdian Masyarakat As-Salam Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian Masyarakat As-Salam (JPMA)
Publisher : Asosiasi Dosen Perguruan Tinggi Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37249/jpma.v5i1.880

Abstract

Kelompok usia remaja tergolong rentan terhadap penularan infeksi menular seksual (IMS) akibat rendahnya literasi kesehatan reproduksi, perilaku seksual beresiko, dan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan yang ramah remaja. Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran remaja Karang Taruna di Kelurahan Karang Sentul melalui penyuluhan dan skrining IMS, khususnya HIV dan sifilis. Metode kegiatan meliputi penyuluhan edukatif dengan pendekatan interaktif. Pelaksanaan pre-test dan post-test dilakukan untuk mengukur kenaikan tingkat pengetahuan peserta tentang IMS. Selain itu, dilakukan skrining IMS menggunakan tes cepat (rapid diagnostic test). Sebanyak 20 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 18 laki-laki dan 2 perempuan. Data pre-test memperlihatkan bahwa 60% peserta memiliki pemahaman kurang, yang kemudian meningkat menjadi 70% dengan kategori pemahaman baik setelah penyuluhan. Dari 18 peserta yang bersedia menjalani tes skrining, seluruhnya menunjukkan hasil negatif terhadap HIV dan sifilis. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi yang tepat dan layanan skrining yang mudah diakses dapat meningkatkan kesadaran remaja terhadap IMS. Diperlukan kolaborasi berkelanjutan dengan lembaga terkait guna memperluas cakupan dan dampak kegiatan serupa.
Uric acid levels as a predictor of cognitive function in the elderly Yuniati, Nilasari Indah; Zerlinda, Visca; Purwanti, Sugi
Science Midwifery Vol 13 No 3 (2025): August: Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v13i3.2047

Abstract

This study aimed to examine the association between serum uric acid (SUA) levels and cognitive function among elderly individuals. An observational case-control study was conducted involving 37 elderly participants aged 60–75 years from As-Sakinah Elderly Integrated Health Post in Grendeng Sub-District, North Purwokerto, Indonesia. SUA levels were measured using a point-of-care testing (POCT) device, while cognitive function was assessed using the Montreal Cognitive Assessment–Indonesian version (MoCA-Ina). The mean SUA level was 5.52 ± 1.57 mg/dL, and the mean MoCA-Ina score was 19.05 ± 5.07, indicating that most participants demonstrated cognitive impairment. Pearson correlation revealed a non-significant negative association between SUA and cognitive scores (r = –0.225, p = 0.180). However, simple linear regression showed a significant inverse relationship (B = –0.214, p < 0.001), higher SUA levels were associated with lower cognitive performance. These findings suggest that while SUA may contribute to cognitive decline, it is not a standalone biomarker. Further longitudinal studies with larger samples are warranted to clarify its predictive value.
Profil Sedimen Urin Pasien Suspek Infeksi Saluran Kemih Di Puskesmas Purwokerto Selatan Khasanah, Nur Aini Hidayah; Husen, Fajar; Yuniati, Nilasari Indah
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) dapat dialami oleh setiap golongan usia. Manifestasi klinis ISK bervariasi dan dapat ditemukan pada penderita dengan atau tanpa gejala. Penegakan diagnosa yang tepat dan cepat sangat diperlukan untuk penanganannya. Parameter sedimen urin meliputi sel eritrosit, leukosit, silinder, kristal dan bakteri dapat membantu penegakan diagnosa ISK. Penelitian ini merupakan riset deskriptif analitik, bertujuan menganalisis profil sedimen urin pada pasien suspek ISK yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Purwokerto Selatan dari bulan Januari-Mei 2024. Terdapat 46 pasien tersangka ISK dengan usia termuda 3 tahun dan tertua 78 tahun. Kelompok pasien terbanyak berusia 19-59 tahun (67,39%), terendah 5-9 tahun (0%). Hasil pemeriksaan eritrosit urin ditemukan 2-6/LPB (32,61%) 6-30/LPB (15,22%) dan >30/LPB (19,57%). Sebanyak 32,61% urin pasien negatif eritrosit. Pemeriksaan leukosit urin ditemukan >5-20/LPB (17,39%), 20-50/LPB (0%), >50/LPB (32,61%), sedangkan 47,83% pasien negatif leukosituria. Pemeriksaan kristal urin didapatkan 78.26% tidak mengandung kristal, 21,74% ditemukan adanya kristal Ca oksalat. Pemeriksaan silinder seluruhnya diperoleh hasil negatif. Pemeriksaan bakteri urin diperoleh hasil negatif (69,57%), dan positif (30,43%). Disimpulkan bahwa sebagian besar urin pasien suspek ISK ditemukan eritrosit dan leukosit. Hanya sebagian kecil ditemukan kristal dan bakteri dan tidak ditemukan silinder dalam urin pasien suspek ISK.
Perbandingan Koefisien Fenol Desinfektan Berbasis Benzalkonium Klorida, Sodium Hipoklorit, Dan Pine Oil Terhadap Staphylococcus aureus Yuniati, Nilasari Indah; Khasanah, Nur Aini Hidayah
Jurnal Bina Cipta Husada Vol 20 No 2 (2024): Jurnal Bina Cipta Husada
Publisher : STIKes Bina Cipta Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagai jenis desinfektan kini banyak muncul di pasaran sebagai bentuk pencegahan terhadap kemungkinan adanya infeksi bakteri. Kandungan senyawa aktif yang terdapat pada desinfektan juga semakin beragam. Untuk menentukan efektivitas desinfektan, koefisien fenol umum digunakan sebagai standar pengukuran. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan koefisien fenol tiga jenis desinfektan berbasis benzalkonium klorida, sodium hipoklorit, dan pine oil dalam membunuh bakteri Staphylococcus aureus. Koefisien fenol dihitung dengan cara membagi pengenceran tertinggi desinfektan dengan fenol yang mematikan mikroorganisme dalam 10 menit, tetapi tidak mematikan dalam 5 menit. Desinfektan dikatakan memiliki efektivitas yang baik jika memiliki nilai koefisien fenol >1. Hasil penelitian menunjukkan nilai koefisien fenol benzalkonium klorida, sodium hipoklorit, dan pine oil, masing-masing 4,5, 3,5 dan 3,0. Hasil uji Kruskall Wallis menunjukkan bahwa nilai koefisien fenol ketiga jenis desinfektan tidak berbeda signifikan, dengan p-value <0,05 (p = 0,368). Dapat disimpulkan bahwa benzalkonium klorida, sodium hipoklorit, dan pine oil memiliki efektivitas yang sama terhadap S. aureus.
Resistance To Antiretroviral Therapy In People With HIV Asryadin, Asryadin; Yuniati, Nilasari Indah; Panjenengan, Lalu Addien Faqih; Satriana, Baiq Trisna
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 9 No 9 (2023): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v9i9.5283

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) is a virus that damages the immune system, and has RNA genetic material which is converted by the reverse transcriptase enzyme into DNA. This research aims to determine the existence of resistance by identifying mutations related to drug resistance in HIV-1, especially in the genes encoding the PR and RT enzymes which are the targets of ARVs. This research uses the observational method. Research data analysis was carried out in the form of descriptive data analysis of the output of each formula based on the results of HIV measurements. This study contains a series of reviews that focus on the topic and incidence and possibility of HIV drug resistance (ART) in PLHIV/PLWHA. The main and important thing in detecting the possibility of resistance to ARV therapy is by examining the genotype and phenotype. Standardization between laboratories for drug resistance studies through the use of various methods, especially to identify mixed bases that cause estimated resistance mutations. Additionally, sequencing of protease, RT, and/or integrase is used to identify the clinical significance of DRM. There are two genetic mechanisms of NRTI resistance, namely: (1) discriminative mutations that activate RT to differentiate between the dideoxy-NRTI chain terminator and the cell's own dNTP; and (2) unblocking mutations that facilitate phosphorylytic excision of NRTI-triphosphate from viral DNA. Blocking mutations are also referred to as thymidine analogue mutations (TAMs).   ARV resistance can be detected by examining the virus genotype which aims to determine the occurrence of mutations in one of the virus codons compared to ARV-sensitive wild type HIV-1 and by in vitro phenotyping, where this method takes quite a long time and is usually focused on finding a regimen new drug
Development of a Rapid Diagnostic Method for Simultaneous Detection of Streptococcus viridans in Cases of Heart Disease Pestariati, Pestariati; Suhariyadi, Suhariyadi; Asryadin, Asryadin; Yuniati, Nilasari Indah
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 11 (2025): November
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i11.12730

Abstract

Heart disease is a leading cause of death worldwide, with a complex pathophysiology often involving interactions between genetic factors, the environment, and pathogenic microorganisms. Streptococcus viridans is a clinically significant pathogenic bacterium associated with infections of the cardiovascular system, including infective endocarditis, pericarditis, and other complications. However, timely and accurate diagnosis of this bacterial infection in cases of acute heart disease is often challenging, requiring rapid and sensitive diagnostic methods. Currently, diagnostic methods for detecting Streptococcus viridans in cases of acute heart disease tend to be time-consuming; therefore, developing a rapid diagnostic method that can detect both bacteria simultaneously is crucial. The aim of this study is to develop a rapid and sensitive diagnostic method for detecting the presence of Streptococcus viridans in samples from patients with heart disease. The method used is the identification of specific genes, the design of primer sequences, and the design of probes using specific 16s rRNA genes using bioinformatics techniques. Based on the research results obtained primer pair sequences are: oligonucleotide primer forward 5’-GCGACGATACATAGCCGAC-3’; primer reverse is 3’- CGAGCCAGTCTGAAAGC-5’, while the probe sequence is 5’-GACTGAGACACGGCCCAGACTC-3’. Primer and probe pair quality tests showed very good primer and probe quality for amplification with a 120 bp amplification product. Suggestions in the research are that it is necessary to continue with qPCR optimization to determine the melting temperature which is then carried out sensitivity tests of primer pair sequences and specific 16s rRNA Streptococcus viridans gene probes.