Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan model hot seating dalam pengajaran keterampilan berbicara siswa di MA NW Tanak Beak Barat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian pre-experimental. Sampel penelitian kelas sepuluh terdiri dari 29 siswa 18 perempuan dan 11 laki-laki. Instrument penelitian yang di gunakan adalah tes oral speaking dengan pre-test dan post-test. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan pre-test, post-test, wawancara, kuisioner dan dokumentasi. Sedangkan untuk analisis data, peneliti menggunakan rumus uji sampel berpasangan yang dihitung menggunakan SPSS versi 20 untuk mengetahui hasil pre-test dan post-test. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan dapat dijelaskan bahwa penggunaan model hot seating mempunyai pengaruh dalam pengajaran keterampilan berbicara siswa. Hal ini terlihat dari hasil uji t sampel berpasangan dimana Sig (2 tailed) memperoleh nilai 0.000 yang berarti lebih kecil dari nilai significant 0.05. Ha diterima dan Ho ditolak. Berdasarkan hasil tes tersebut, dapat disimpulkan bahwa model hot seating mempengaruhi keterampilan berbicara siswa. Hal ini berarti, terdapat pengaruh yang significant dari penggunaan model hot seating dalam pengajaran keterampilan berbicara siswa.
Copyrights © 2023