Abstract: The purpose of this article is to describe analytically-critically the feminist theology (of women) and nature (ecology) that produces the conceptual movement of ecofeminism. Women and nature both suffer from injustice and oppression, and therefore the ecofeminism movement makes a theologically constructive contribution. A qualitative method is used in this article with a content analysis approach in discussing and then analyzing phenomena related to ecology and feminism. The results of this study show that ecofeminism fights for the life of creation from the Creator, especially nature and women who experience subordination through existing hierarchical structures. Ecofeminism also emphasizes the importance of humans to maintain and preserve nature as well as possible. Ecofeminism offers an attitude to be transformative, cooperative, and participatory in building a harmonious world equally between nature and humans, both women and men.Abstrak: Tujuan dari artikel ini adalah menjabarkan secara analitis-kritis tentang teologi feminis (perempuan) dan alam (ekologi) yang menghasilkan gerakan konseptual ekofeminisme. Perempuan dan alam sama-sama mendapatkan ketidakadilan dan penindasan, dan oleh karenanya gerakan ekofeminisme ini memberikan kontribusi yang konstruktif secara teologis. Metode kualitatif digunakan dalam artikel ini dengan pendekatan analisis konten dalam mendiskusikan kemudian menganalisa fenomena terkait ekologi dan feminisme. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ekofeminisme memerjuangkan kehidupan ciptaan dari Sang Pencipta khususnya alam dan perempuan yang mengalami subordinasi lewat struktur hierarkis yang ada. Ekofeminisme juga menekankan bahwa pentingnya manusia untuk memelihara dan melestarikan alam sebaik mungkin. Ekofeminisme menawarkan sikap untuk menjadi transformatif, kooperatif, dan partisipatif dalam membangun dunia yang harmonis secara setara antara alam dan manusia baik perempuan maupun laki-laki.
Copyrights © 2023