Peningkatan akses modal merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan industri. Penelitian ini menganalisis potensi pemodalan bagi pelaku industri melalui program sosialisasi terintegrasi di perkebunan sawit, perternakan sapi, dan tambak ikan di Gampoeng Teupin Panah, Kecamatan Kaway XVI, Aceh Barat. Pengabdian ini menggunakan pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) akan digunakan untuk mengidentifikasi dan memanfaatkan potensi pemodalan yang ada dalam komunitas Gampoeng Teupin Panah. Analisis hasil menunjukkan bahwa akses modal bagi pelaku industri perkebunan kelapa sawit, perternakan sapi, dan tambak ikan dapat diperoleh melalui berbagai sumber seperti CSR, program pemerintah, dan program KUR dari bank. Selain itu, terdapat juga sumber pembiayaan dari koperasi, lembaga keuangan lain, dan lembaga non-formal atau per orangan. Dengan adanya berbagai sumber pemodalan yang memadai, para pelaku industri diharapkan dapat mengembangkan usaha mereka, meningkatkan produktivitas, dan memperoleh keuntungan yang lebih baik, memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi dan ketahanan pangan. Temuan penelitian menunjukkan banyak dari masyarakat belum mengetahui sumber-sumber pemodalan potensial yang dapat dimanfaatkan untuk tujuan pengembangan bisnis atau usaha. Adanya kegiatan ini, memberikan pengetahuan, motivasi dan dorongan untuk memaksimalkan sumber-sumber pemodalan yang terdapat di badan pemerintahan, swasta dan lembaga keuangan.
Copyrights © 2024