Melalui pendidikan diharapkan siswa memiliki kecerdasan dan kepribadian yang baik. Akan tetapi tingginya biaya pendidikan menyulitkan siswa terutama yang berasal dari keluarga yang kurang mampu secara ekonomi. Di Kabupaten Jember, ada beberapa siswa sekolah yang menjadi manusia silver demi membayar biaya pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kehidupan siswa sekolah yang menjadi manusia silver di Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah manusia silver yang masih bersekolah. Data primer diperoleh melalui observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh melalui dokumentasi. Uji validitas data menggunakan triangulasi dan teknik analisis data menggunakan analisis data model interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang masih tergolong usia remaja menjadi pengemis karena membutuhkan uang untuk membayar biaya pendidikan. Mereka memilih menjadi manusia silver karena terinspirasi manusia silver yang ada di Jawa Barat. Mereka mengecat tubuh dengan warna silver kemudian mengemis di sekitar lampu lalu lintas di Kabupaten Jember. Hal yang menjadi problematika dari fenomena ini adalah siswa sering kali membolos sekolah saat melakukan aktivitasnya sebagai manusia silver. Di satu sisi, mengemis menjadi suatu solusi untuk membayar biaya pendidikan. Tetapi cara tersebut harus mengorbankan waktu belajar siswa di sekolah dan tentunya membawa dampak negatif bagi perkembangan kepribadian siswa yang bersangkutan.
Copyrights © 2023