Pendahuluan: Penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) yang telah terjadi hingga saat ini mendorong pemerintah dan berbagai negara untuk melakukan vaksinasi sebagai cara untuk melawan virus COVID-19. Hingga akhir Mei 2021, lebih dari 1,5 miliar dosis vaksin telah diberikan di seluruh dunia diikuti dengan bukti nyata adanya efek samping pada kulit terkait dengan penggunaan vaksin COVID-19. Tujuan: Mengetahui bukti terbaru dan pengetahuan dari manifestasi kulit yang terkait dengan kejadian setelah vaksinasi COVID-19 selama vaksinasi massal dapat membantu tenaga kesehatan dalam edukasi pasien. Metode: Pencarian dilakukan secara komprehensif pada topik yang menilai manifestasi kulit setelah vaksinasi covid-19 dari awal hingga mei 2022. Hasil: Terdapat 15 penelitian dari total 917 pasien yang menunjukan reaksi kulit yang paling sering terjadi setelah vaksin covid-19 adalah COVID-ARM (58,2%), urtika (22,3%), morbilliform eruption (10,6%), pitiriasis like rosea (6,1%), dan VZV Reactivation (2,6%). Dari hasil systematic review dan metaanalisis juga menunjukkan reaksi kulit yang dialami paling banyak terjadi pada wanita, middle-aged, setelah vaksin pertama (vaccine based mRNA) dengan onset 1-21 hari setelah vaksinasi. Kesimpulan: Manifestasi kulit yang didapat setelah vaksin covid-19 terutama vaksin berbasis mRNA hampir sebagian besar hanya terbatas pada area tempat suntikan (COVID-ARM), dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan, dan tidak ada gejala sistemik yang berbahaya.
Copyrights © 2024