ABSTRAK Radiasi ultraviolet (UV) sinar matahari berisiko memicu penuaan dini dan kanker kulit. Masa remaja merupakan periode penting pembentukan kebiasaan fotoproteksi karena tingginya akumulasi paparan matahari pada usia ini, antara lain penggunaan sunscreen. Mengetahui tingkat dan hubungan antara pengetahuan bahaya paparan sinar matahari dan kepatuhan menggunakan sunscreen pada siswa-siswi SMA Santo Yoseph Jakarta. Studi cross-sectionaldilakukan pada 170 siswa-siswi SMA Santo Yoseph Jakarta untuk mengevaluasi hubungan tingkat pengetahuan mengenai bahaya paparan sinar matahari dan kepatuhan penggunaan sunscreen sehari-hari dengan menggunakan kuesioner untuk tiap parameter penelitian. Jawaban kuesioner dinilai benar dan salah dengan numerik dan dihitung jumlah total nilai per subjek. Hasil akhir dikategorikan menjadi pengetahuan dan kepatuhan baik dan tidak baik. Mayoritas siswa (61,7%) memiliki pengetahuan baik tentang bahaya paparan sinar matahari, namun kepatuhan penggunaan sunscreen harian lebih rendah (50,6% tidak patuh), mengonfirmasi fenomena knowledge-behavior gap. Analisis gender menunjukkan remaja perempuan dengan pengetahuan baik berpeluang 3,063 kali lebih patuh menggunakan sunscreen. Sebaliknya, pada laki-laki tidak ditemukan hubungan signifikan. Fenomena knowledge-behavior gap antara pengetahuan bahaya paparan sinar matahari dan kepatuhan penggunaan sunscreen ditemukan terutama pada siswa laki-laki SMA Santa Yoseph Jakarta. Sedangkan pengetahuan merupakan prediktor kepatuhan yang kuat hanya pada remaja perempuan. Edukasi kesehatan di sekolah harus dibedakan berdasarkan gender, yaitu fokus pada risiko medis jangka panjang untuk perempuan, serta penghapusan stigma sosial dan rekomendasi produk yang nyaman bagi laki-laki. Kata Kunci: Sunscreen, Pengetahuan, Kepatuhan, Remaja, Gender. ABSTRACT Ultraviolet (UV) radiation from sunlight poses a risk of triggering premature aging and skin cancer. Adolescence is a critical period for establishing photoprotection habits due to the high accumulation of sun exposure at this age, including the use of sunscreen. To determine the level and relationship between knowledge regarding the dangers of sun exposure and compliance with sunscreen use among students at Santo Yoseph High School, Jakarta. A cross-sectional study was conducted on 170 students at Santo Yoseph High School, Jakarta, to evaluate the correlation between the level of knowledge regarding the dangers of sun exposure and compliance with daily sunscreen use using questionnaires for each research parameter. Questionnaire responses were scored as correct or incorrect numerically, and the total score per subject was calculated. The final results were categorized into good and poor knowledge and compliance. The majority of students (61.7%) demonstrated good knowledge about the dangers of sun exposure; however, compliance with daily sunscreen use was lower (50.6% non-compliant), confirming a knowledge-behavior gap phenomenon. Gender analysis indicated that female adolescents with good knowledge were 3.063 times more likely to be compliant with sunscreen use. Conversely, no significant correlation was found among male students. A knowledge-behavior gap phenomenon between knowledge of the dangers of sun exposure and compliance with sunscreen use was observed, particularly among male students at Santo Yoseph High School, Jakarta. Meanwhile, knowledge served as a strong predictor of compliance only in female adolescents. School-based health education should be tailored by gender, focusing on long-term medical risks for females, and addressing the elimination of social stigma along with recommending comfortable product formulations for males. Keywords: Sunscreen, Knowledge, Compliance, Adolescents, Gender.