Kawasan perkotaan adalah wilayah di mana terdapat kegiatan utama non-pertanian, termasuk permukiman perkotaan, pelayanan pemerintahan, pelayanan sosial, dan kegiatan ekonomi. Pertumbuhan penduduk yang tinggi mengakibatkan kebutuhan tempat tinggal yang meningkat, namun ketersediaan lahan terbatas. Hal ini menyebabkan pertumbuhan permukiman padat penduduk yang tidak terkendali. Daerah permukiman padat penduduk rentan terhadap bencana, terutama kebakaran. Kebakaran terjadi ketika ada oksigen, bahan bakar, panas, atau reaksi kimia yang melampaui titik suhu kebakaran. Penyebab kebakaran di permukiman/gedung umumnya berkaitan dengan kecerobohan manusia, seperti konstruksi bangunan yang tidak aman serta kelalaian manusia. Kecamatan Tallo Kota Makassar merupakan daerah rawan bencana kebakaran. Selama periode 2012-2016, tercatat 74 kejadian kebakaran di Kecamatan Tallo, dengan Kelurahan Pannampu menjadi daerah yang paling sering terkena kebakaran. Kelurahan Pannampu juga diklasifikasikan sebagai kelurahan dengan tingkat kerawanan kebakaran yang tinggi. Kebakaran di permukiman memiliki dampak serius seperti korban jiwa dan kerugian materi. Aksesibilitas yang rendah dan kurangnya jalur evakuasi yang sesuai juga menjadi masalah. Untuk mengatasi hal ini pengembangan infrastruktur perkotaan perlu memperhatikan penyediaan jalur evakuasi dan ruang evakuasi bencana. Dalam pengabdian ini, Kelurahan Pannampu Kota Makassar dipilih sebagai wilayah studi kasus.
Copyrights © 2024