Berangkat sekolah biasanya merupakan suatu hal yang menyenangkan bagi kebanyakan anak-anak, namun tidak semua anak merasakan hal yang sama. Bahkan terdapat beberapa anak yang menolak untuk pergi ke sekolah dengan berbagai macam alasan, ada juga yang memperlihatkan ketakutan dan cemas jika harus pergi ke sekolah. Penelitian ini bertujuan mengungkap gambaran penolakan sekolah pada anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Adapun teknik dalam pengumpulan data yaitu: wawancara, observasi dan tes psikologis. Analisis data yang dilakukan meliputi koping terbuka (open coding), koding aksial (axial coding), koding selektif (selective coding). Dalam penelitian ini hanya terdapat satu subjek yang sedang sekolah di tingkat TK (Taman Kanak-kanak) dan kedua orang tua sebagai narasumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hal-hal yang menyebabkan subjek menolak untuk pergi ke sekolah disebabkan karena subjek belum memiliki kesiapan bersekolah yang cukup. Dimana kemampuan subjek belum berkembang dengan optimal dalam aspek-aspek antara lain: perkembangan motorik, sosialisasi, kognitif, komunikasi, dan adanya pengalaman yang kurang menyenangkan ketika berada di sekolah. Kata kunci: anak, school, refusal
Copyrights © 2018