LISANI : Jurnal Kelisanan Sastra dan Budaya
Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Juli-Desember 2020

PRIMBON DALAM MASYARAKAT JAWA DI DESA SONAI KECAMATAN PURIALA KABUPATEN KONAWE PROVINSI SULAWESI TENGGARA

yolan rahmawati Tampong (Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo)
La Niampe (Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo)
Nurtikawati Nurtikawati (Jurusan Tradisi Lisan, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo)



Article Info

Publish Date
07 Dec 2020

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang bagaimana proses penggunaan primbon dalam masyarakat Jawa di Desa Sonai Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe dan fungsi primbon dalam masyarakat Jawa di Desa Sonai Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil yang di peroleh dari penelitian ini yakni proses penggunaan primbon dalam (penentuan hari baik) di Desa Sonai digunakan dalam pernikahan, sunatan (khitanan), pindah rumah, dan penanaman padi pertama. sedangkan fungsi primbon dalam masyarakat Jawa di Desa Sonai Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe, yakni, mengacu kepada pendapat Malinowski dalam koendjaraningrat yang membedakan fungsi sosial kedalam tiga abstraksi yaitu, pertama adalah pengaruh atau efeknya terhadap adat, tingkah laku sosial dan pranata sosial yang lain dalam masyarakat. Kedua mengenai pengaruh dan efeknya terhadap kebutuhan suatu adat atau pranata lain untuk mencari maksudnya, seperti yang di konsepsikan oleh warga masyarakat yang bersangkutan. Ketiga terhadap kebutuhan mutlak untuk berlangsungnya secara terintegrasi dari suatu sistem sosial tertentu. begitupun dengan primbon yang sama halnya juga berfungsi untuk mengatur agar manusia dapat memahami bagaimana seharusnya bertingkah laku dan berbuat untuk memahami kebudayaan hidupnya dalam masyarakat, primbon yang dimana di jadikan sebagai pedoman hidup masyarakat Jawa di Desa Sonai untuk menjalankan hidup mereka agar terhindar dari malapetaka yang mereka yakini, di dalam sebuah primbon telah di atur atau ditentukan segala sesuatu yang akan di jalankan oleh masyarakat jawa, serta primbon tidak dijadikan sebagai kebutuhan yang mutlak bagi adat di karenakan masyarkat jawa di desa sonai tidak semua percaya akan primbon tetapi mereka masih menjalankan perimbon hanya semata-mata karena menghargai sebuah tradisi mereka

Copyrights © 2020






Journal Info

Abbrev

lisani

Publisher

Subject

Arts Humanities Social Sciences

Description

Jurnal ini berisi tentang hasil penelitian, artikel ilmiah, makalah ilmiah dalam bidang kelisanan dalam bidang sastra dan budaya di Indonesia. Jurnal ini terbuka untuk para peneliti dan para penulis yang berminat dalam kajian tradisi lisan khususnya kelisanan dalam budaya dan sastra di ...