Penelitian ini mencoba menganalisis klaim gerakan sosial yang dilakukan oleh Gerakan Indonesia Mengajar (GIM). Gerakan ini dilatarbelakangi oleh dua hal, yaitu permasalahan kuantitas dan kualitas guru di daerah 3T yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah mengkritisi apakah gerakan sosial yang dilakukan oleh GIM ini telah sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu mendorong perubahan sosial di bidang pendidikan menjadi lebih baik lagi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data penelitian di dapat dari hasil observasi, wawancara mendalam, dan studi pustaka. Subjek penelitian adalah relawan Gerakan Indonesia Mengajar yang telah satu tahun di tempatkan di daerah 3T. Berdasarkan temuan lapangan, penulis melihat bahwa tujuan pragmatisme gerakan ini lebih dominan dibandingkan dengan tujuan perubahan pendidikan di dalam masyarakat. Hal tersebut terlihat dari fungsi kegiatan ini yang lebih melayani peningkatan pengalaman, karier, dan jaringan dari relawan daripada masyarakat itu sendiri. Selain itu, gerakan ini juga dianggap memiliki agenda politik praktis yang erat hubungannya dengan pendiri gerakan, yaitu AB. Maka dari itu klaim gerakan sosial yang dibawa oleh gerakan ini patut diragukan. Hal itu dibuktikan dari beberapa temuan yang justru melihat gerakan ini sebagai kegiatan pelatihan kepemimpinan daripada gerakan untuk mengubah wajah pendidikan menjadi lebih baik.
Copyrights © 2023