Peralihan kepemilikan PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) pada tahun 2016 dari asing ke nasional dan berubah menjadi PT Amman Mineral Nusa Tengggara (PTAMNT) merupakan salah satu fenomena menarik untuk dikaji di tengah rendahnya tingkat kepercayaan akan kemampuan bangsa Indonesia mengelola sumber daya alamnya secara mandiri. Analisis kinerja keuangan yang meliputi aspek profitabilitas, likuiditas, solvabilitas, aktivitas dan analisis arus kas digunakan sebagai perangkat untuk membandingkan kinerja sebelum dan sesudah peralihan kepemilikan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan rentang waktu pengamatan 2000 – 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan PT.AMNT d/h PTNNT pada periode dengan proporsi kepemilikan asing 80%, 56%, dan proporsi kepemilikan nasional 100% menunjukkan kecenderungan penurunan nilai rata – rata GPM, NPM, ROA, OM dan ROCE cenderung mengalami penurunan. Aset impairment di tahun 2013-2014 dan rendahnya produksi yan diiringi tinggginya biaya pengupasan pada 2018-2019 memberikan kontribusi penurunan rasio profitabilitas yan signifikan.Pada aspek likuiditas, peningkatan kepemilikan nasional pada perusahaan menunjukkan peningkatan pada rata-rata rasio likuiditas. Pada aspek solvabilitas, baik pemilik asing maupun nasional memiliki kinerja yang relatif sama dalam mengelola perusahaan. Sedangkan pada aspek aktivitas, peningkatan proporsi kepemilikan nasional pada perusahaan menunjukkan kinerja yang lebih tinggi pada rata-rata rasio Fixed Asset Turnover (FATO). Temuan lain menunjukkan bahwa faktor eksternal seperti harga komoditas dan kebijakan pemerintah berdampak terhadap kinerja keuangan perusahaan. Kata Kunci: Kinerja, Keuangan, Kepemilikan, Asing, Nasional
Copyrights © 2024