Gamelan sekaten pada keraton Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta dan Kanoman Cirebon membuktikan bahwa keberhasilan dakwah Walisongo tidak terlepas dari media seni khususnya karawitan. Seluruh aspek yang terdapat pada gamelan sekaten menunjukkan bahwa agama dan kebudayaan dapat bersinergi sehingga mampu menyampaikan seluruh ajaran dari Walisongo. Garap dari gamelan sekaten merupakan unsur dari kolaborasi budaya dan agama yang menjadi dasar lahirnya kebudayaan yang memiliki nilai filosofi keislaman. Mulai dari penamaan sekaten yang diadaptasi dari syahdatain, makna jumlah ricikan yang digunakan hingga gending-gending pagelaran gamelan sekaten yang disajikan. Seluruh aspek yang ada pada gamelan sekaten merupakan bentuk ajaran yang diciptakan Walisongo dan raja-raja islam terdahulu sebagai media yang untuk menyiarkan islam dan menanamkan ajarannya kepada seluruh masyarakat dengan pendekatan kultural. Secara keseluruhan seluruh makna yang terkandung dalam gamelan sekaten pada masing-masing daerah menunjukkan bahwa kesenian tradisional mampu menjadi sebuah media tanpa mengubah ekspresi budaya tersebut namun tetap bernapaskan ajaran-ajaran islam.
Copyrights © 2024