Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Vol 9 No 1 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)

PENGARUH PERBEDAAN METODE EKSTRAKSI TERHADAP UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL BIJI KETUMBAR (Coriandrum sativum) PADA Staphylococcus aureus

Dhina Ayu Susanti (Universitas dr. Soebandi)
Sholihatil Hidayati (Unknown)
Amalia Wardatul Firdaus (Unknown)
Diah Yuli Pangesti (Unknown)
Fitria Meliana Putri Milyunier (Unknown)



Article Info

Publish Date
11 Jun 2024

Abstract

Latar belakang penelitian: Biji ketumbar merupakan tanaman yang memiliki manfaat sebagai antibakteri karena biji ketumbar mengandung minyak volatil, fatty oil, protein, selulosa, pentosan, tanin, kalsium oksalat dan mineral, dengan komposisi utama biji ketumbar diantaranya yaitu karbohidrat (± 20%), essential oil (1-1,5%), serat atau fiber (23-26%), protein (11-17%) dan fatty oil (16-28%). Namun sejauh ini ketumbar masih belum dimanfaatkan secara maksimal aplikasinya, padahal senyawa-senyawa aktif dalam biji ketumbar dapat dikomersialkan untuk dimanfaatkan di berbagai bidang seperti makanan dan farmasi. Bakteri Staphylococcus merupakan bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makan terbesar di Indonesia selain Bacillus cereus, Salmonella spp, E.coli, dan Clostridium spp. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan metode ekstraksi soxhlet dan destilasi ekstrak biji ketumbar terhadap zona hambat aktivitas antibakteri Staphylococcus aureus. Metode Kerja: Proses ekstraksi pada penelitian ini menggunakan dua metode yaitu soxhlet dan destilasi kemudian dilakukan uji aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil Penelitian: Hasil uji aktivitas antibakteri didapatkan rata-rata diameter zona hambat pada metode ekstraksi soxhlet konsentrasi 10% sebesar 8 mm, konsentrasi 25% sebesar 11,3 mm, dan konsentrasi 50% sebesar 11,7 mm sedangkan pada metode ekstraksi destilasi konsentrasi 10 % sebesar 9,7 mm, konsentrasi 25% sebesar 10,7 mm, dan konsentrasi 50% sebesar 12,7 mm. Kesimpulan : Metode ekstraksi destilasi memiliki diameter zona hambat lebih besar dari pada metode ekstraksi soxhlet. Kata Kunci: Antibakteri, Biji Ketumbar, Staphylococcus aureus

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

farmamedika

Publisher

Subject

Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Chemistry Immunology & microbiology Medicine & Pharmacology

Description

Jurnal Farmamedika dikelola oleh Lembag Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor. Frekuensi penerbitan jurnal sebanyak 2 kali dalam satu tahun pada bulan Juni dan Desember. Kategori tulisan berupa hasil penelitian dari peneliti maupun akademisi dalam ...