Pengelolaan sampah di Desa Bakipandeyan masih kurang begitu intensif karena, paradigma masyarakat hanya berfikir biasa tanpa adanya kemampuan untuk memperhatikan pengelolaan sampah secara optimal, sistem yang dilakukan masyarakat adalah dengan mengumpulkan dan memsnbuang sampah begitu saja tanpa memperhatikan nilai manfaat yang bisa digunakan dari sampah tersebut sehingga diperlukan upaya yang dapat menangani sampah dengan memberikan edukasi, percontohan, dan aplikasi dengan tujuan agar warga dapat meningkatkan wawasan betapa pentingnya mengurangi jumlah sampah dan efek yang ditimbulkan, pemberian percontohan dengan memberikan gambaran terhadap aktifitas pengelolaan sampah yang benar dan berkala. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Setember 2022 di Desa Bakipandyan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Pemberian edukasi kepada masyarakat desa menjadi langkah awal untuk menjalankan program bank sampah, hal ini dilakukan agar masyarakat sadar dan tergerak untuk melaksanakan program tebon resik guna membantu pemerintah setempat dalam menanggulangi sampah yang tak termanfaatkan. Evaluasi jalannya program bank sampah di Desa Bakipandeyan berjalan begitu baik, masyarakat kususnya ibu-ibu merupakan pelopor pemilah sampah dan menjadi produsen sampah untuk dikumpulkan di bank sampah terdekat.
Copyrights © 2024