DAS Laweyan merupakan daerah aliran sungai di Kabupaten Pasuruan yang kerap terjadi bencana banjir terutama di musim hujan. Seringnya bencana banjir menunjukkan bahwa masih diperlukan peningkatan mitigasi di DAS Laweyan. Faktor yang menyebabkan banjir selain curah hujan yang tinggi adalah kemiringan lereng, jenis tanah, ketinggian lahan, tutupan lahan dan kerapatan sungai. Faktor-faktor inilah nantinya diaplikasikan sebagai parameter rawan banjir. Metode yang dilakukan pada penelitian adalah overlay, dimana scoring tiap parameter akan di terapkan serta pengklasifikasian bobot yang sesuai kemudian di overlay pada software ArcGIS 10.4. Yang nantinya akan diperoleh peta rawan banjir dengan 5 kelas rawan. Peta rawan inilah yang akan digunakan sebagai penyedia informasi agar menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan dalam upaya mitigasi bencana banjir dan membantu dalam proses relokasi. Upaya mitigasi di DAS Laweyan akan dilakukan dengan 2 bentuk yaitu struktural berupa kolam retensi dan embung kecil sedangkan non-struktural berupa sistem peringatan dini. Dari hasil analisis pada penelitian ini, perencanaan struktural berupa 5 embung dengan reduksi terbesar 17,26% dan 2 kolam retensi dengan reduksi terbesar 41,46%. Adapun alat yang direkomendasikan untuk sistem peringatan dini yaitu ATMOS 41 W, HOBO MicroRX Water Level Station Rx2100-WL, sirine, dan CCTV. Diharapkan dengan adanya upaya mitigasi yang tepat bencana banjir akan berkurang.
Copyrights © 2024