Tingginya angka stunting yang ada di Indonesia merupakan salah satu permasalahan gizi ganda atau dikenal dengan sebutan double burden. Stunting memiliki hubungan dengan zat gizi berupa protein. Dalam 100 gram, ampas tahu memiliki kandungan protein 10,80% Tujuan Mengetahui pemanfaatan ampas tahu dengan panambahan kecambah kacang merah sebagai bubur instan untuk pencegahan stunting. Penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu (quasi experiment) dengan rancangan penelitian One-Shot Case Study. Hasil penelitian menunjukan F1 sebagai formulasi terpilih yang paling banyak disukai panelis pada rasa dan tekstur. Hasil Analisis Kandungan protein 14,5 gr , lemak 15,2 gr , serat 10,7 gr , karbohidrat 51,3gr , kadar air 5,6 gr , kadar abu 2,1 gr. Hasil daya terima menggunakan Comstock 50% Balita menghabiskan 50% bubur instan. Hasil analisis daya simpan bubur instan bertahan di suhu ruang selama 40 hari. Berdasarkan hasil penelitian, analisis kandungan zat gizi bubur instan ampas tahu dengan penambahan kecambah kacang merah sudah memenuhi syarat MP-ASI bubur instan (SNI 01-7111.4- 2005), tergoloh aman di konsumsi oleh Balita.
Copyrights © 2024