Divinitas Jurnal Filsafat dan Teologi Kontekstual
Vol 2, No 1 (2024): Divinitas January

Kepercayaan Animisme dan Paham Ketuhanan Fumiripits dalam Mitologi Suku Asmat

Jalo, Fransiskus Vanlith (Unknown)
Widodo, Agus (Unknown)



Article Info

Publish Date
20 Jan 2024

Abstract

The Asmat tribe who inhabit the Land of Papua, has a belief in divinity that is deeply rooted in the Fumeripits myth. Fumeripits is seen as the highest god, above the ancestors of the Asmat tribe, who is considered the creator, having higher power and authority. The writing method used is literature study and uses primary data obtained directly through interviews with sources. The aim of this research is to explain Fumeripits divine understanding and reveal how the Asmat people view the role of ancestral spirits in their lives, including how ancestral spirits provide prosperity for the living. Based on the Fumeripits myth, the Asmat people believe that their ancestor was a young man who was skilled in the art of carving. They believe there are three worlds, namely Asamat Ow Capinmi (world of the living), Damir Ow Capinmi (stopover place), and Safan (Heaven). Asamat Ow Capinmi, the Asmat community has an obligation to do good and obey customary law. To help ancestors experience liberation from Damir Ow Capinmi. AbstrakSuku Asmat yang mendiami Tanah Papua, memiliki paham ketuhanan yang mengakar kuat pada mitos Fumeripits. Fumeripits dipandang sebagai dewa tertinggi, di atas nenek moyang suku Asmat, yang dianggap sebagai pencipta, memiliki kekuasaan dan otoritas yang lebih tinggi. Metode penulisan yang digunakan adalah studi pustaka dan menggunakan data primer yang diperoleh langsung melalui wawancara dengan narasumber. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan paham ketuhanan  Fumeripits dan mengungkapkan bagaimana masyarakat Asmat memandang peran arwah leluhur dalam kehidupannya, termasuk bagaimana arwah leluhur memberikan kesejahteraan bagi yang masih hidup. Berdasarkan mitos Fumeripits, masyarakat Asmat meyakini bahwa nenek moyangnya adalah seorang pemuda yang memiliki keahlian dalam seni ukir. Mereka meyakini ada tiga dunia, yaitu Asamat Ow Capinmi (dunia orang hidup), Damir Ow Capinmi (tempat persinggahan), dan Safan (Surga). Asamat Ow Capinmi masyarakat Asmat memiliki kewajiban untuk berbuat baik dan menaati hukum adat. Untuk membantu nenek moyang mengalami pembebasan dari Damir Ow Capinmi

Copyrights © 2024






Journal Info

Abbrev

Divinitas

Publisher

Subject

Religion Humanities Economics, Econometrics & Finance Education Other

Description

Divinitas: Jurnal Filsafat dan Teologi Kontekstual develops contextual Philosophical and Theological discourses in dialogue with sociological, anthropological, comparative religion, religious studies, historical, cultural and psychological perspectives and takes the diversity of Asian societies and ...