Remaja yang tidak mampu menyesuaikan diri terhadap konflik-konflik cenderung rentan terhadap perilaku berisiko, secara khusus adalah kenakalan remaja.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan sosial remaja kelas XI MIPA 1 SMA ABC Surabaya. Lebih lanjut, terdapat pembentukan kader siswa dan guru BK melalui pelatihan yang diberikan. Adapun analisis permasalahan dilakukan dengan analisis SWOT berdasarkanPerception-Based Needs Assesssments dan Data-Driven Needs Assessments, serta analisis ekologi dengan paradigma Biopsikososial yang dikembangkan oleh Bronfenbrenner. Penelitian ini berbasis intervensi komunitas, yang dianalisis menggunakan metode kuantitatif dan data deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan peserta sebelum dan setelah diberikannya intervensi dengan p = 0,000 (<0,05). Selain itu, dengan adanya kader komunitas (22 siswa dan 1 guru BK) dapat memberikan perubahan positif dan membantu mengatasi persoalan yang berkaitan dengan keterampilan sosial di komunitas. Namun, masih terdapat hambatan dalam pelaksanaan pelatihan oleh kader yang telah dibentuk, yakni fasilitator yang tidak menjangkau keseluruhan kelompok saat sesi role play. Kata Kunci: Keterampilan Sosial, Program Intervensi Komunitas, Remaja
Copyrights © 2024