Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka (PMM) memberikan kesempatan bagi para mahasiswa yang terpilih untuk merasakan keragaman budaya, suku, bahasa, hingga agama selama satu semester. Keanekaragaman yang ada seringkali menjadi hambatan dalam proses penyesuaian diri hingga berpotensi menimbulkan homesickness pada para mahasiswa. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memiliki kompetensi interkultural yang baik agar dapat melakukan penyesuaian diri secara lebih efektif di lingkungan yang baru sehingga terhindar dari perasaan homesickness. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi interkultural terhadap homesickness. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Skala Kompetensi Interkultural yang dikembangkan oleh Tresnawaty (2023) dan Skala Homesickness yang telah diadaptasi oleh Firdaus (2022). Dengan melibatkan subjek sebanyak 108 orang mahasiswa, hasil analisis regresi linear sederhana menunjukan terdapat pengaruh negatif kompetensi interkultural terhadap homesickness pada mahasiswa PMM (B = -0.336, p = 0.016) dengan nilai regresi sebesar 5.3%. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi kompetensi interkultural pada mahasiswa, maka semakin rendah homesickness yang dirasakannya. Dan sebaliknya, semakin rendah kompetensi interkultural yang dimiliki mahasiswa, maka homesickness yang dirasakan akan semakin tinggi.
Copyrights © 2024