Penyandang disabilitas di Indonesia terus mengalami peningkatan tiap tahun dari total penduduk Indonesia. Data Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2014 menunjukan bahwa lebih dari 2,4 juta orang mengalami sedikit kesulitan dan lebih dari 600 Ribu orang mengalami kesulitan dalam berjalan dan/atau menaiki tangga. Penggunaan prosthesis adalah salah satu solusi mengatasi hal tersebut. Hanya saja, pengembangan prostesis di Indonesia masih sangat sedikit, khususnya prostesis bawah lutut. Banyaknya variasi ukuran dan tinggi penyandang disabilitas menyebabkan prostesis bawah lutut tidak bisa di produksi masal. Untuk itu diperlukan pengembangan prostesis yang mampu mengakomodasi rentang antropometri tubuh orang Indonesia. Salah satu upaya untuk mengatasi hal tersebut adalah pengembangan prostesis bawah lutut dengan adjustable shank berbasis ulir. Sistem tersebut memungkinkan perubahan tinggi prostesis dengan kelipatan 1,5 mm. Hasil simulasi desain menunjukan bahwa shank berbasis ulir mampu menahan beban 2000N. Selain itu, sistem tersebut mimiliki sifat mampu manufaktur yang ditunjukan dengan pembuatan model yang telah dilakukan
Copyrights © 2022