Al-Qur’an sebagai pegangan utama umat Islam memiliki segudang makna dan nilai yang perlu terus dipelajari dan diamalkan. Untuk mencapai hal itu tahap pertama yang perlu dilakukan adalah kemampuan untuk membacany,. Akan tetapi, yang terjadi sampai hari ini masih banyak dari umat Islam yang sudah mencapai usia dewasa bahkan sudah menginjak usia lanjut tidak dapat membaca kitab suci ini. Maka kegiatan ini bermaksud untuk memberikan kesempatan bagi para lansia untuk bisa belajar al-Qur’an. Lansia dijadikan sebagai objek pengabdian ini dikarenakan minimnya sarana, prasarana serta sumber daya manusia khususnya di desa Pandak Kecamatan Baturraden yang dapat membantu para lansia mendalami literasi al-Qur’an. Dalam pelaksanaan pembinaan atau pendampingan literasi Al-Qur’an ini, tim pengabdi menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Metode ini dipilih dengan asumsi bahwa pengabdian ini harus dihubungkan dengan agenda pemberdayaan masyrakat. Dari hasil penelitian ini terlihat bahwasanya metode PAR dibantu dengan meotde pembelajaran al-Barqy sangat efektif untuk mengajarkan al-Qur’an dengan waktu yang singkat. Dengan adanya kegiaan mengaji ini tingkat religiusitas masyarakat juga semakin bertambah. Hal ini dilihat bagaiamana musholla kembali ramai didatangi untuk sholat berjama’ah dan semangat masyarakatnya untuk terus mendalami ilmu agama ini..
Copyrights © 2023