Pandemi Covid-19 telah memicu tantangan besar dalam dunia pendidikan, termasuk di Indonesia, di mana pembelajaran jarak jauh (PJJ) menyebabkan penurunan kemampuan belajar atau learning loss. Sebagai respons, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi meluncurkan Kurikulum Merdeka dan Platform Merdeka Mengajar (PMM) untuk memulihkan kualitas pendidikan. Penelitian ini mengeksplorasi implementasi PMM di SD Negeri 11 Nanggala untuk mengidentifikasi kendala dan strategi optimalisasi penggunaannya. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Temuan menunjukkan bahwa meskipun PMM menawarkan fitur interaktif dan penilaian adaptif, tantangan seperti koneksi internet yang tidak stabil dan kurangnya pelatihan teknis menghambat pemanfaatannya. Namun, dukungan infrastruktur teknologi, pelatihan berkelanjutan, dan kesiapan pendidik terbukti sebagai faktor pendukung utama. Untuk memaksimalkan manfaat PMM, perlu adanya perencanaan yang matang, penggunaan sumber daya digital yang efektif, dan dukungan terus-menerus bagi guru dan siswa.
Copyrights © 2024