Broken home Merujuk pada kondisi negatif di mana hubungan dalam keluarga tidak memiliki keharmonisan dan kebahagian, perpecahan dan konflik yang terjadi dalam suatu keluarga dapat menyebabkan banyak kerugian salah satunya berimbas kepada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana gambaran pengalaman remaja Broken Home terkait kebermaknaan dalam hidupnya. Subjek yang akan diteliti pada penelitian ini yaitu seorang remaja berusia 19 tahun dengan ibu yang pernah bercerai sebanyak tiga kali dan menikah sebanyak empat kali. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologi dengan teknik interpretative phenomenological analysis (IPA). Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini diperoleh bahwa subjek yang berawal dari keluarga berantakan cenderung memiliki penilaian diri yang rendah, kedekatan kedekatan dengan sang pencipta, sulit untuk berrelasi dengan keluarga dan orang disekitanya akan tetapi subjek dalam penelitian ini mampu bertahan dalam kehidupuannya karena memiliki nenek yang menjadi tujuan hidup bagi dirinya.
Copyrights © 2024