Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas hasil implementasi FMEA (Failure Mode and Effect Analysis) terhadap mesin bubut konvensional CQ6230B yang dilaksanakan pada Laboratorium Unit Mesin Perkakas Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar. Penelitian ini menggunakan metode perhitungan RPN (Risk Priority Number) untuk memperoleh nilai kerusakan prioritas yang didapatkan dari perhitungan nilai RPN kritis, kemudian akan dipertimbangkan untuk dilakukan perawatan. Berdasarkan analisis data kerusakan terdapat beberapa komponen yang memiliki nilai RPN diatas RPN kritis 75 yaitu Plug, Cable, Travo, Bold & Nut, dan Gear dengan nilai RPN komulatif tertinggi yaitu 224. Setelah dilakukan perawatan diperoleh persentase penurunan tingkat kerusakan sebesar 59% yang menandakan adanya penurunan setelah dilakukan penerapan FMEA. Kerusakan dapat disebabkan karena kurangnya pengecekan dan perawatan komponen secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi kerusakan setelah penerapan FMEA mengalami penurunan yang berarti Mesin Bubut CQ6230B Laboratorium PTM FT-UNM dapat dikatakan efektif.
Copyrights © 2023