Di Indonesia, jumlah kasus HIV tumbuh dengan cepat, baik dari sisi pola penyebaran maupun wilayah penyebaran. Dengan terkonfirmasinya kasus HIV yang terus meningkat pemerintah kemudian menetapkan kebijakan dalam pencegahan dan pengendalian penyakit menular seksual HIV/AIDS melalui program 3 Zero 2030. Program 3 Zero 2030 ini sendiri tidak dapat terealisasi dengan mengandalkan satu stakeholder saja, maka dari itu di perlukan beberapa peran stakeholder pada realisasi program 3 Zero 2030 terutama di Kota Surabaya. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hasil Analisis Collaborative Governance dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Seksual HIV/AIDS melalui Program yang telah dibuat Pemerintah di Kota Surabaya dan mengetahui faktor pendukung dan penghambat Collaborative Governance dalam Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Seksual HIV/AIDS melalui Program yang telah dibuat Pemerintah di Kota Surabaya. Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan teknik pengumpulan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian membuktikan bahwa kolaborasi yang terjadi belum sepenuhnya maksimal. Hal ini terjadi karena masih lemahnya koordinasi dan kolaborasi terhadap beberapa pihak, misal antara pemerintah dan tenaga kesehatan diluar puskesmas atau rumah sakit pemerintah.
Copyrights © 2024