Jawa memiliki kearifan lokal dalam bidang literasi salah satunya adalah wewaler. Wewaler merupakan kumpulan aturan yang dituturkan kepada anak sebagai upaya anak berperilaku benar menurut norma masyarakat Jawa. Namun, seiring dengan berkembangnya zaman, wewaler sebagai aturan yang mengajarkan perilaku sesuai norma baik masyarakat Jawa untuk anak sudah terabaikan. Artikel ini disusun dengan tujuan untuk meninjau pemahaman anak pada wewaler sehingga dapat mengetahui langkah preservasi yang tepat. Data diambil dari hasil wawancara pada siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu di Tuban Jawa Timur yang termasuk pada kategori generasi alpha. Dalam proses pengumpulan data, peneliti melakukan kegiatan wawancara terkait tiga jenis wewaler, yaitu wewaler sebagai larangan, wewaler sebagai perintah, dan wewaler sebagai anjuran. Teori yang digunakakan dalam penelitian ini adalah teori kognitif Neisser, yaitu pemerolehan, penataan, dan penggunaan pengetahuan. Hasil wawancara menunjukkan bahwa pengetahuan anak terkait wewaler tidak linier dengan perilaku anak dalam mempercayai dan menjalankannya. Hal ini menunjukkan bahwa problematika terjadi dalam proses penataan dan penggunaan pengetahuan. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa edukasi wewaler untuk anak generasi alpha harus dievaluasi. Proses edukasi wewaler untuk anak generasi alpha baiknya tidak berhenti pada proses pemberian informasi yang berkaitan dengan mitos, tetapi juga dapat diteruskan ke proses pemaknaan yang logis dan sesuai dengan zaman.Kata kunci: Anak, generasi alpha, Jawa, Mitos, Wewaler
Copyrights © 2023