Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana Husein Widiya secara kreatif menggambarkan libido sebagai sumber energi kreatif dalam karyanya. Dengan menggunakan teori kepribadian Sigmund Freud sebagai kerangka teoritis, yang menggambarkan konsep id, ego, dan superego sebagai komponen utama dalam perilaku manusia, termasuk libido sebagai bagian dari id. Libido seksual, menurut Sinurya merupakan dorongan untuk mencapai kepuasan seksual dan minat terhadap seks. Hal ini mendorong peneliti untuk menjalankan kajian terhadap kreativitas dalam karya sastra yang mengeksplorasi tema libido. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif, yang memungkinkan peneliti untuk memberikan deskripsi dan penggambaran yang jelas terhadap data yang terkumpul. Objek penelitian adalah teks puisi dari buku "Penyair Jalang" karya Husein Widiya, khususnya pada subbab Eros, Asmaragama, Jalang, dan Nonsens. Data yang diperoleh dari buku puisi ini dianalisis dengan membaca secara berulang, mengidentifikasi, memilih, dan mengklasifikasikan baris-baris yang mengandung unsur libido seksual. Baris-baris tersebut kemudian diinterpretasi dan dilengkapi dengan bukti kutipan untuk mendukung analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Husein Widiya menciptakan puisi-puisi yang mengandung unsur libido seksual, seperti deskripsi kegiatan masturbasi, hubungan seksual, atau bahkan penggunaan kata-kata yang merujuk pada bagian tubuh dan organ reproduksi manusia. Dengan demikian, kajian ini mengungkapkan bagaimana libido dapat menjadi sumber inspirasi bagi pengarang dalam menciptakan karya sastra yang kreatif dan beragam.
Copyrights © 2024