Penggunaan insektisida dalam jangka panjang jelas memerlukan surveilans vektor terhadap jenis-jenis larvasida yang digunakan atau yang akan digunakan untuk mengetahui tingkat kerentanan terhadap setiap jenis spesies vektor DBD. Tujuan penelitian ini untuk menguji resistensi nyamuk aedes spp terhadap insektisida. Penggunaan Insektisida kimia merupakan salah satu cara pengendalian vektor penyakit DBD. Kebaruan penelitian ini melakukan uji resistensi nyamuk menggunakan acuan Suscepbility WHO (journal Community House). Metode penelitian menggunakan metode survey potong lintang atau Cross Sectional Survey. Metode uji resistensi ini mengacu pada kriteria uji Suscepbility WHO (journal Community House). Sampel adalah larva Aedes aegypti yang didapatkan dengan teknik Stratified random sampling Sampel diperoleh dari beberapa rumah yang berada di lokasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji resistensi vektor DBD terhadap insektisida menunjukkan bahwa nyamuk Aedes masih rentan terhadap insektisida Malathion 0,08 %, dan Sipermethrin 0,05%. Kesimpulan menunjukkan menunjukkan bahwa nyamuk Aedes tersebut sudah resistensi dengan bahan kimia.
Copyrights © 2024