Penelitian ini beranjak dari terus berkembangnya pembauaran perilaku masyarakat suku asli pulau Lombok dengan dunia luar khusunya dibidang arsitektur rumah yang dibangun. Perkembangan arsitektur tersebut merupakan suatu hal yang sangat baik, tetapi di sisi lainnya berbotensi memudarkan nilai filosofis dan makna yang terkandung di dalam model penerapan perilaku pembangunan tempat tinggal oleh masyarakat suku Sasak untuk menjaga keharmonisan antar masyarakat dan alam sekitarnya. Potensi-potensi yang bisa saja terjadi inilah kemudian khendak divalidasi apakah sudah terjadi, sejauhmana atau bagaimana masyarakat setempat mempertahankan makna dalam kebudayaannya sendiri. Makna yang terkandung kemudian dideskripsikan untuk kemudian dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak dan bidang keilmuan dalam rangka mewujudkan harmonisasi dan keindahan perilaku di tengah masyarakat dan alam sekitar. Hasil penelitian ini kemudian dapat juga dikembangkan menjadi sumber belajar kontekstual bagi masyarakat setempat. Penelitian ini mengandung deskripsi makna dalam simbol arsitektur rumah suku Sasak serta mekanisme pemertahanan kebudayaan dan bahasa serta solusi dalam pemertahana bahasa arsitektur budaya masyarakat. Penulis dalam kajian ini menggunakan pendekatan semiotika dan antropologi serta pemertahanan bahasa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode cakap dengan teknik cakap semuka, serta dikombinasikan dengan teknik rekam dan teknik catat. Berdasarkan pengkajian objek penelitian ditemukan data arah mata angin dan simbol-simbol arsitektur khas suku Sasak yang memiliki makna unik dalam kehidupan masyarakat Sasak, desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara barat.
Copyrights © 2024