Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

IMPLEMENTASI PRINSIP KERJA 5S UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI WAKTU PRODUKSI STUDI KASUS DI SECTION INJECTION DI PT HBR Iwan Roswandi; Didi Junaedi; Selamet Riadi; Muh Rokhim
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 15, No 3 (2021): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.075 KB) | DOI: 10.22441/pasti.2021.v15i3.008

Abstract

Sistem dan kondisi kerja yang baik berdampak pada produktivitas dari karyawan. Salah satu faktor pendukung perindustrian Jepang adalah adanya program yang selalu ditaati Bersama dan inovasi secara terus menerus. Tetapi, hal tersebut dapat dilakukan karena langkah pertama yang selalu dikedepankan yaitu proses kerja 5S. Penempatan bahan baku material kurang rapi menyebabkan proses handling memerlukan waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan mengetahui penyebab setup yang lama diareal injection dan melakukan perbaikan sehingga meningkatkan jumlah produksi. Penyebab terjadinya delay waktu pada mesin injection adalah penempatan bahan baku material kurang rapi sehingga saat proses handling memerlukan waktu yang lama, perbaikan dengan melakukan training 5S untuk penempatan material bahan baku. Screw injection problem saat setup, perbaikan dengan Preventive Maintenance dan Autonomous Maintenance secara berkala. Pergantian spare part SOP tidak berjalan dengan baik, perlu Retraining kepada seluruh operator. Bahan baku kotor sehingga output hasil produksi NG, dilakukan pemilahan saat penempatan bahan baku, dan Retrainning Operator.
Pengaruh Faktor-Faktor Pelayanan Terhadap Kepuasan Pelanggan pada Wardah Beauty House Selamet Riadi; Hery Nurmansyah; Farhan Yuzevan
Jurnal PASTI (Penelitian dan Aplikasi Sistem dan Teknik Industri) Vol 14, No 1 (2020): Jurnal PASTI
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (555.679 KB) | DOI: 10.22441/pasti.2020.v14i1.007

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya komplain pelanggan, belum pernahnya diadakan survey kepuasan pelanggan, dan hasil survey pendahuluan kepuasan pelanggan yang masih dapat ditingkatkan lagi. Oleh karena itu dilakukan survey lanjutan dengan metode kuesioner berdasarkan dimensi SERVQUAL. Kemudian atribut yang gapnya relatif besar dijadikan Voice of Customer pada metode Quality Function Deployment. Hasil yang didapat, diketahui bahwa faktor yang menjadi prioritas untuk perbaikan adalah atribut dari dimensi Tangible, Responsiveness, dan beberapa atribut dari dimensi Assurance. Dan untuk upaya improvement yang prioritas pertama adalah pengikutsertaan Beauty Advisor dalam retraining Service.
Menurunkan angka rework pada proses burritori di line injection moulding dengan metode PDCA Selamet Riadi; Shiro Esa Emerzet; Dani Prasetyo
Operations Excellence: Journal of Applied Industrial Engineering Vol 11, No 2, (2019): OE Juli 2019
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/oe.v11.2.2019.030

Abstract

Case heater & case blower is one of component product used to make car air conditioner. The function of case heater & case blower is as a holder for various car A/C components. Case heater & case blower is produced with a mould with the support of plastic injection machine. The process is to inject the material melt into the mould. When the product comes out of the machine, it checks the product to remove the burr on the product. Burr is a minor type of defect in the product, meaning the product can still be said OK but an additional process should be done to clean the product. Additional process is called burritori, which is a process to clean burr by using cutter. Allowed burr standard of 0.1 ~ 0.3 mm, above it must be done burritori process. With the company's slogan of QUALITY FIRST, the quality of product is very important. Therefore the burritory process can not be eliminated. With the burritory process, so have additional man power to do that activity. Actually unneeded additional man power to do burritori process if product out of mould in good condition that there is no burr on product. This study aims to improve product quality by addressing the product burr problem after being out of mold. So with the increased product quality that is the absence of burr, then the burritory process previously done no longer need to be done because the product comes out of the mold already good quality (no burr). In this research using PDCA method in solving existing problems.
ANALISA PENGARUH PENAMBAHAN POLYDON DENGAN ANOVA DAN PERBEDAAN KUALITAS SUPPLIER POLYDON DENGAN UJI - T DI PT X Selamet Riadi; Chriswahyudi Chriswahyudi; Iwan Roswandi; Tyas Eka Kurnia; In Rahmi FF
Jurnal Teknologi Vol 13, No 2 (2021): Jurnal Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/jurtek.13.2.179-192

Abstract

Polydon secara statistik deskriptif tanpa uji hipotesis memiliki pengaruh yang signifikan terhadap ketahanan fisik obat. Dengan pendekatan uji hipotesis menggunakan statistik inferensial, pada penelitian ini digunakan ANOVA  satu arah untuk mengkaji apakah benar ada pengaruh signifikan dari penambahan bahan polydon terhadap ketahanan fisik obat secara akurat dan terencana. Dari hasil penambahan bahan polydon sebanyak 0%, 3%, 6% dan 9% dengan replikasi sebanyak 6 kali didapatkan hasil bahwa penambahan polydon terhadap granul obat berpengaruh signifikan terhadap ketahanan fisik obat. Uji lanjutan setelah ANOVA yaitu uji tukey menunjukkan bahwa penambahan polydon berpengaruh signifikan terhadap ketahanan fisik obat pada penambahan polydon sebanyak 6%. Dengan adanya pengaruh penambahan polydon terhadap ketahanan fisik obat maka peneliti  membandingkan dari dua supplier yang telah ada dengan pendekatan uji – t sampel bebas (independent) untuk menganalisa apakah ada perbedaan kualitas pada dua supplier. Berdasarkan hasil hitung uji t didapat nilai t hitung lebih kecil dari t tabel pada nilai alfa 5% sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan kualitas antara supplier A dan supplier B terhadap kualitas bahan polydon yang disuplai.
PENGARUH PERBEDAAN DOSIS NaOH PADA PEMBUATAN SABUN DENGAN METODE ANOVA SATU ARAH DAN PENENTUAN PERBANDINGAN 3 JENIS MINYAK SEBAGAI BAHAN UTAMA DENGAN METODE AHP PADA PRODUK SABUN MANDI RAMAH LINGKUNGAN Selamet Riadi; Dede Rukmayadi; Iwan Roswandi; Roy Wangitan
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v8i2.7356

Abstract

Sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk, maka kebutuhan akan sabun juga meningkat. Ada beberapa pertimbangan yang memepengaruhi penggunaan sabun mandi kecocokan terhadap kulit, aroma, warna, ukuran, serta bentuk kemasan dan harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh perbedaan konsentrasi NaOH pada pembuatan sabun mandi ramah lingkungan dengan metode anova dan menganalisa kebutuhan sabun mandi ramah lingkungan dengan perbandingan dari 3 jenis minyak dengan metode Analytical Hirarchy Process (AHP). Hasil dari penelitian ini dengan penambahan konsentrasi NaOH dengan konsentrasi dosis 5%, 7,5%, 10 % dan 12,5% mempengaruhi kenaikan pH dari sabun mandi yang dibuat artinya terjadi perbedaan pada pH sabun mandi tersebut dengan perbedaan konsentrasi NaOH. Dengan perhitungan validitas reliabilitas dan uji tukey, konsentrasi NaOH yang paling tepat digunakan untuk sabun mandi adalah 5%. Pengambilan keputusan dengan metode perhitungan AHP maka diperoleh hasil sabun mandi yang paling disukai oleh masyarakat adalah sabun mandi dengan konsentrasi 5%. Dengan nilai bobot akhir yang paling tinggi yaitu 0,585
ANALISIS TINGKAT RESIKO PEKERJA PADA BAGIAN PERAKITAN LAMPU LED AC PJU DENGAN PENDEKATAN NORDIC BODY MAP, RAPID ENTIRE BODY ASSESSMENT (REBA) DAN RAPID UPPER LIMB ASSESSMENT (RULA) Selamet Riadi; Dede Rukmayadi; Chriswahyudi Chriswahyudi
Jurnal Ilmiah Teknologi dan Rekayasa Vol 27, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Gunadarma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35760/tr.2022.v27i1.3852

Abstract

Aktifitas kegiatan produksi di PT X dalam merakit lampu LED AC PJU merupakan aktifitas yang banyak melibatkan tenaga kerja secara manual terdiri dari 20 rangkaian aktifitas perakitan. Dalam aktifitasnya tidak lepas dari pengamatan terhadap pekerja tersebut dimana pekerjaan yang dilakukan harus memiliki tingkat resiko yang rendah sehingga semua pekerja yang terlibat akan terlindungi dari cedera pada sistem musculoskeletal atau musculoskeletal disorder(MSDs). Tujuan dari penelitian menganalisis postur kerja dari setiap stasiun kerja dengan pendekatan Nordic Body Map (NBM) untuk mengetahui ada tidaknya ganguan ganguan otot dan ganguan lainya dan analisis RULA dan REBA untuk mengetahui perbaikan postur kerja yang tidak akan menyebabkan ganguan ganguan pada otot pekerja terhadap tubuh. Hasil dari penelitian dengan metode NBM 15% pekerja masuk dalam katagori resiko sedang, 80 % pekerja masuk dalam katagori tinggi dan 5% pekerja masuk dalam katagori sangat tinggi sehingga diperlukan tindakan menyeluruh sesegera mungkin khusus pada operator 16 yang memiliki tingkat resiko 3 pada nilai 66 (sangat tinggi) sehingga diperlukan tindakan menyeluruh sesegera mungkin. Analisa RULA menunjukan skor operator 16 adalah 7 artinya perlu segera dilakukan investigasi dan segera dilakukan perbaikan. Sedangkan pada analisa REBA menunjukan skor operator 16 adalah 13 artinya tingkat resiko sangat tinggi segera dilakukan perubahan.
Evaluasi Kinerja Pada Mesin Casting Menggunakan Metode Overall Equipment Effectiveness di PT. Surya Toto Indonesia Selamet Riadi; Syaiful Anwar
JIEMS (Journal of Industrial Engineering and Management Systems) Vol 12, No 1 (2019): Journal of Industrial Engineering and Management Systems
Publisher : Universitas Bunda Mulia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30813/jiems.v12i1.1531

Abstract

PT. Surya Toto Indonesia is a company engaged in ceramic sanitary wares and plumbing hardware. One of the company’s problems regarding production is high breakdown times. This breakdown causes a decrease in engine speed, even farther affects the output that has been previously planned. This study aims to measure the value of overall equipment effectiveness (OEE), to know the factors lead to decreased effectiveness through Six Big Losses and to provide recommended improvements. This study begins by measuring the value of OEE, then identifying the Six Big Losses and analyzing the causes of the problem of decreasing machine effectiveness. OEE calculation components are availability, performance efficiency and rate of quality. The results showed that the percentage of Availability Value calculation ranged between 90%-96%, while the percentage of Performance Efficiency value calculation ranged between 37%-64%, then the result of the calculation of Rate of Quality 96.7%-99.8%. Then obtained the percentage of the calculation value of OEE which ranged between 35%-59%, with an average value of OEE in January to December 2017 that is equal to 47%. This value of effectiveness is relatively low because the standard value of OEE for world-class is 85%. While the factor of Six Big Losses most influential on the low effectiveness of the machine is Reduced Speed Losses with a total time loss of 11691 minutes.
PENGARUH PERBEDAAN DOSIS NaOH PADA PEMBUATAN SABUN DENGAN METODE ANOVA SATU ARAH DAN PENENTUAN PERBANDINGAN 3 JENIS MINYAK SEBAGAI BAHAN UTAMA DENGAN METODE AHP PADA PRODUK SABUN MANDI RAMAH LINGKUNGAN Selamet Riadi; Dede Rukmayadi; Iwan Roswandi; Roy Wangitan
Jurnal Ilmiah Teknik Industri Vol. 8 No. 2 (2020): Jurnal Ilmiah Teknik Industri (Jurnal Keilmuan Teknik dan Manajemen Industri)
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jitiuntar.v8i2.7356

Abstract

Sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk, maka kebutuhan akan sabun juga meningkat. Ada beberapa pertimbangan yang memepengaruhi penggunaan sabun mandi kecocokan terhadap kulit, aroma, warna, ukuran, serta bentuk kemasan dan harga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh perbedaan konsentrasi NaOH pada pembuatan sabun mandi ramah lingkungan dengan metode anova dan menganalisa kebutuhan sabun mandi ramah lingkungan dengan perbandingan dari 3 jenis minyak dengan metode Analytical Hirarchy Process (AHP). Hasil dari penelitian ini dengan penambahan konsentrasi NaOH dengan konsentrasi dosis 5%, 7,5%, 10 % dan 12,5% mempengaruhi kenaikan pH dari sabun mandi yang dibuat artinya terjadi perbedaan pada pH sabun mandi tersebut dengan perbedaan konsentrasi NaOH. Dengan perhitungan validitas reliabilitas dan uji tukey, konsentrasi NaOH yang paling tepat digunakan untuk sabun mandi adalah 5%. Pengambilan keputusan dengan metode perhitungan AHP maka diperoleh hasil sabun mandi yang paling disukai oleh masyarakat adalah sabun mandi dengan konsentrasi 5%. Dengan nilai bobot akhir yang paling tinggi yaitu 0,585
MAKNA SIMBOL ARSITEKTUR RUMAH: PEMERTAHANAN GLOSARIUM KEBUDAYAAN SUKU SASAK Sam'un, Ahmad; Riadi, Selamet; Idham, Idham
KLAUSA (Kajian Linguistik, Pembelajaran Bahasa, dan Sastra) Vol 8 No 1 (2024): KLAUSA Vol 8 No 1 (2024)
Publisher : Ma Chung Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/klausa.v8i1.951

Abstract

Penelitian ini beranjak dari terus berkembangnya pembauaran perilaku masyarakat suku asli pulau Lombok dengan dunia luar khusunya dibidang arsitektur rumah yang dibangun. Perkembangan arsitektur tersebut merupakan suatu hal yang sangat baik, tetapi di sisi lainnya berbotensi memudarkan nilai filosofis dan makna yang terkandung di dalam model penerapan perilaku pembangunan tempat tinggal oleh masyarakat suku Sasak untuk menjaga keharmonisan antar masyarakat dan alam sekitarnya. Potensi-potensi yang bisa saja terjadi inilah kemudian khendak divalidasi apakah sudah terjadi, sejauhmana atau bagaimana masyarakat setempat mempertahankan makna dalam kebudayaannya sendiri. Makna yang terkandung kemudian dideskripsikan untuk kemudian dapat dimanfaatkan oleh berbagai pihak dan bidang keilmuan dalam rangka mewujudkan harmonisasi dan keindahan perilaku di tengah masyarakat dan alam sekitar. Hasil penelitian ini kemudian dapat juga dikembangkan menjadi sumber belajar kontekstual bagi masyarakat setempat. Penelitian ini mengandung deskripsi makna dalam simbol arsitektur rumah suku Sasak serta mekanisme pemertahanan kebudayaan dan bahasa serta solusi dalam pemertahana bahasa arsitektur budaya masyarakat. Penulis dalam kajian ini menggunakan pendekatan semiotika dan antropologi serta pemertahanan bahasa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode cakap dengan teknik cakap semuka, serta dikombinasikan dengan teknik rekam dan teknik catat. Berdasarkan pengkajian objek penelitian ditemukan data arah mata angin dan simbol-simbol arsitektur khas suku Sasak yang memiliki makna unik dalam kehidupan masyarakat Sasak, desa Perina, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara barat.
PENGENDALIAN JUMLAH CACAT PRODUK PADA PROSES CUTTING DENGAN METODE QUALITY CONTROL CIRCLE (QCC) PADA PT. TOYOTA BOSHOKU INDONESIA (TBINA) Riadi, Selamet; Haryadi, Haryadi
Journal Industrial Manufacturing Vol 5, No 1 (2020): Journal Industrial Manufacturing
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/jim.v5i1.2433

Abstract

PT. Toyota Boshoku Indonesia merupakan perusahaan asing yang bergerak dibidang komponen otomotif dengan produk utama yang dihasilkan adalah kursi mobil.Dalam proses pembuatan produk kursi mobil tersebut sering terjadi produk cacat atau kurang sempurna. Untuk meminimalisir terjadinya produk dengan kualitas yang kurang baik, pihak perusahaan melakukan analisa kegiatan dengan menggunakan metode QCC(Quality Control Circle), metode analisa yang dilakukan adalah dengan menggunakan pareto dan fishbone. Dengan kegiatan yang dilakukan diharapkan perbaikan kualitas akan terus berlangsung, dan kualitas semakin membaik. Untuk meminimalisir terjadinya pembuatan barang yang kurang berkualitas pihak perusahaan mewajibkan setiap operator untuk menjaga 3M (Tidak menerima, Tidak membuat, Tidak meneruskan), serta apabila terjadi upnormal pada saat proses berlansung, maka operator diharuskan untuk melakukan tindakan SCW (Stop, Call, Wait).Kata Kunci : Kualitas, QCC, 3M, SCW