Dalam upaya pemulihan sektor pariwisata pasca-pandemi COVID-19, pemerintah fokus mengembangkan wellness tourism dari tingkat lokal hingga nasional, menekankan pentingnya integrasi nilai-nilai lokal dalam konsep pariwisata. Desa Wisata Hijau Bilebante, menjadi fokus penelitian ini untuk mengidentifikasi potensi dominan dalam mendukung wellness tourism sebagai respons terhadap penurunan kunjungan wisatawan akibat pandemi. Penelitian ini mendeskripsikan potensi wellness tourism yang dapat dikembangkan serta menentukan program pengembangan di Desa Wisata Hijau Bilebante. Penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif yang menggunakan analisis Matrik IFE dengan menganalisis faktor internal dan eksternal, mengidentifikasi strengths, weaknesses, opportunities, dan threats di Desa Wisata Hijau Bilebante. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Dari hasil analisis Matriks IE, menunjukkan bahwa pengembangan wellness tourism di Desa Wisata Hijau Bilebante berada pada sel satu (I) yang dapat dilihat pertemuan antara total nilai lingkungan internal sebesar 3.08 dan total nilai lingkungan eksternal sebesar 3.01. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilan pengembangan bergantung pada pengelolaan SDM dan SDA, kebon herbal, sentra UMKM, serta pemanfaatan warisan pengobatan tradisional, diperkuat dengan terapis berpengalaman dan fasilitas spa alam. Strategi yang dirumuskan mencakup pengembangan paket wisata wellness secara holistik dengan memaksimalkan SDM dan SDA melalui media sosial, kerja sama antar lembaga, dan pemberdayaan UMKM lokal. Strategi ini fokus pada pengembangan wellness tourism di Desa Wisata Bilebante meliputi: (1) pengembangan pasar; (2) penetrasi pasar; (3) pengembangan produk
Copyrights © 2024