Tujuan: Penelitian ini mengenai formulasi bedak tabur ekstrak daun sirih merah yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik formulasi sediaan bedak tabur ekstrak daun sirih merah. Metode: Penelitian bersifat penelitian eksperimental. Pembuatan bedak tabur ekstrak daun sirih merah dibuat dengan 3 kali pengulangan. Kemuadian masing-masing pengulangan diuji serta diamati stabilitas fisik dan organoleptisnya. Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan bedak tabur yaitu ekstrak daun sirih merah, magnesium oksida, zink oksida, metil paraben, talkum dan essesntial oil lavender. Pada setiap formula terdapat perbedaan konsentrasi yaitu perbedaan pada konsentrasi magnesium oksida yaitu 1%, 2%, dan 3%. Hasil: Data yang diperoleh dibandingkan dengan pustaka dan literature lalu dianalisis dengan uji one way ANOVA untuk data yang terdistribusi normal dan Kruskall Wallis untuk data yang tidak terdistribusi normal. Dari keempat formula mendapatkan hasil bahwa dari keempat formula memiliki perbedaan yang signifikan pada pH 0,00 (<0,05), dan perbedaan yang tidak signifikan pada sifat alir 0,885 (>0,005), sudut diam 0,438 (>0,05), kadar air (>0,05) dan daya lekat 0,363 (>0,05). Kesimpulan: Berdasarkan karakteristik bedak tabur dengan perbandingan Magnesium Oksida 1%, 2%, dan 3% yang telah melalui uji fisik dan uji organoleptis mendapatkan hasil bahwa dari keempat formula, formula 1 (F1) merupakan formula yang baik karakteristiknya dari segi daya lekat, pH, sifat alir, dan kadar air.
Copyrights © 2024